Jurnal Indonesia — JBL telah memperkenalkan Pulse 6, model terbaru dalam jajaran speaker Bluetooth portabel mereka yang terkenal dengan pencahayaan LED terintegrasi. Speaker ini pertama kali diluncurkan di China dengan harga 2.499 yuan atau sekitar Rp5,4 juta. Produk ini juga telah terdaftar di situs web JBL Kamboja.
Desain dan Fitur Pencahayaan
Secara eksterior, Pulse 6 mempertahankan desain silinder transparan dari model sebelumnya, namun kini dilengkapi dengan pegangan bercahaya di bagian atas. Dengan bobot 1,49 kg dan ukuran 131,7 x 264,1 x 106,4 mm, pegangan ini membuat speaker lebih mudah diangkat dan dipindahkan.
Casing transparan melapisi sistem pencahayaan LED 360 derajat yang dapat disinkronkan dengan audio yang sedang diputar. Pengguna dapat memilih dari 16 pola pencahayaan berbeda melalui aplikasi JBL One, yang juga menyediakan kontrol EQ dasar. Untuk ketahanan, speaker ini memiliki rating IP68, yang berarti sepenuhnya terlindungi dari debu dan tahan terhadap perendaman dalam air.
Spesifikasi Audio dan Konektivitas
Konfigurasi audio di dalamnya terdiri dari woofer 30W RMS dan tweeter 10W RMS, menghasilkan output total 40W. JBL mengklaim respons frekuensi speaker ini berada di antara 42Hz hingga 20kHz. Speaker ini juga menggunakan algoritma audio yang disebut JBL sebagai AI Sound Boost, yang dirancang untuk menganalisis musik secara real-time guna mencegah distorsi saat volume ditingkatkan.
Untuk konektivitas, Pulse 6 mendukung Bluetooth 6.0 dengan codec SBC, AAC, dan LC3, serta Auracast untuk pemasangan dengan speaker JBL yang kompatibel. Speaker ini juga dilengkapi DAC bawaan dan port USB-C untuk pemutaran audio tanpa kehilangan kualitas dari PC Mac atau Windows.
Daya Tahan Baterai dan Mode Tambahan
Pulse 6 dibekali baterai 34Wh dengan daya tahan pemutaran hingga 12 jam. Fitur Playtime Boost dapat menambah sekitar dua jam pemutaran. Speaker ini mendukung pengisian daya USB-C 15W dan membutuhkan waktu sekitar 4,5 jam untuk terisi penuh. Selain itu, tersedia mode cahaya rendah dan mode Sunset Mode yang berbasis timer.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.