— JAKARTA – PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), pengembang Kota Deltamas, kini menghadapi situasi langka bagi pengembang kawasan industri. Permintaan lahan yang masuk justru melebihi persediaan yang ada, terutama didorong oleh ekspansi pesat sektor data center.

Head of Research Pluang Maju Sekuritas, Jason Gozali, mencatat bahwa total permintaan lahan industri DMAS mencapai 85 hektare (ha). Angka ini melampaui cadangan lahan yang tersedia per 30 Juni 2026, yang hanya berjumlah 60 ha. Sekitar 70% hingga 75% dari total permintaan tersebut secara spesifik berasal dari sektor data center.

“Kondisi ini terjadi bersamaan dengan pencapaian pra-penjualan DMAS pada semester I-2026 yang sudah mencapai Rp 1,15 triliun. Angka ini setara dengan 55% dari target tahunan perusahaan yang sebesar Rp 2,08 triliun,” ujar Jason di Jakarta, Senin (7/9/2026).

Kota Deltamas milik DMAS di Cikarang memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan. Lokasinya yang strategis dekat dengan Jakarta menawarkan latensi jaringan yang rendah. Selain itu, kawasan ini didukung oleh pasokan daya mandiri atau captive power. DMAS juga menyediakan layanan listrik premium, infrastruktur serat optik dengan tingkat redundansi tinggi, sistem pasokan air bersih dan daur ulang, serta dilengkapi pusat komando data dan keamanan terintegrasi.

Kelangkaan pasokan lahan industri di klaster Cikarang, termasuk yang dikelola oleh DMAS, diperkirakan akan terserap habis dalam kurun waktu sekitar dua tahun ke depan jika tidak ada tambahan konversi lahan komersial atau akuisisi lahan baru.

Per akhir Juni 2026, DMAS masih memiliki lahan komersial seluas 357 ha dan lahan residensial seluas 164 ha. Konversi lahan komersial yang ada atau akuisisi lahan baru menjadi opsi strategis untuk memperpanjang ketersediaan lahan industri di masa mendatang.

Jason menilai bahwa keterbatasan pasokan ini secara teoritis dapat memperkuat posisi tawar PT Puradelta Lestari (DMAS) dalam transaksi-transaksi mendatang. Namun, investor juga perlu mencermati lebih dalam konsentrasi permintaan yang sangat tinggi pada sektor data center, serta memahami karakter pendapatan dari penjualan lahan yang bersifat tidak berulang.

Rekomendasi Saham DMAS

Secara teknikal, Pluang Maju Sekuritas telah menetapkan target harga jangka pendek untuk saham DMAS di level Rp 240. Target harga ini didukung oleh faktor kelangkaan lahan yang berpotensi meningkatkan daya tawar harga jual, serta momentum pra-penjualan yang telah melampaui separuh target tahunan.

Bagi investor jangka pendek, penting untuk tetap disiplin dalam menerapkan manajemen risiko. Hal ini mengingat sifat pendapatan DMAS yang bersifat transaksional dan sangat bergantung pada ketersediaan land bank perusahaan.

Untuk prospek jangka menengah hingga panjang, Pluang Maju Sekuritas menekankan bahwa realisasi akuisisi lahan baru atau konversi lahan komersial menjadi indikator utama yang akan menentukan keberlanjutan pertumbuhan perusahaan. Katalis positif lainnya adalah potensi kontrak baru dengan operator data center. Sementara itu, risiko utama yang perlu diwaspadai mencakup habisnya land bank dan konsentrasi permintaan yang terfokus pada satu segmen industri.