Jurnal Indonesia — Pau Cubarsi, yang kini menjadi kampiun Piala Dunia di usia muda, memiliki kenangan tersendiri di Indonesia. Seorang Liaison Officer (LO) yang mendampinginya selama Piala Dunia U-17 2023 di Indonesia turut merasakan kebanggaan atas pencapaian gemilang Cubarsi.
Timnas Spanyol baru saja meraih gelar Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina dengan skor 1-0 dalam laga final yang digelar di New York New Jersey Stadium pada Senin (20/7). Pau Cubarsi, yang saat ini berusia 19 tahun dan merupakan pemain Barcelona, dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 berkat performanya yang solid di lini belakang.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, sosok Cubarsi bukanlah orang baru. Ia pernah membela Spanyol dalam ajang Piala Dunia U-17 2023 yang diselenggarakan di Indonesia, di mana usianya saat itu baru menginjak 16 tahun.
Haura Najmakamila, yang bertugas sebagai Liaison Officer (LO) untuk Timnas Spanyol U-17 selama turnamen tersebut, menceritakan pengalamannya berinteraksi dengan skuad muda La Furia Roja. Lulusan Sastra Rusia Universitas Indonesia ini mendaftar sebagai LO dan ditunjuk oleh FIFA serta PSSI untuk mendampingi timnas Spanyol selama kompetisi berlangsung.
Selama mendampingi tim Spanyol U-17 di Indonesia, Haura mendapatkan berbagai pengalaman menarik. Tugasnya meliputi menjadi perantara tim untuk urusan koordinasi, akomodasi, transportasi, hingga kebutuhan medis. Ia juga menemani para pemain dan ofisial untuk kegiatan di luar lapangan seperti berbelanja, potong rambut, atau menjahit pakaian.
Interaksi langsung Haura dengan para pemain Spanyol U-17 membuatnya memberikan perhatian khusus terhadap kesejahteraan mereka, mengingat usia mereka yang masih remaja dan membutuhkan pendampingan. Kinerjanya sebagai naradamping diapresiasi oleh skuad Spanyol U-17, bahkan ia dijuluki ‘Ms Espana’ oleh mereka karena segala urusan di luar lapangan selalu dikoordinasikan melalui dirinya.
“Orang-orang Spanyolnya juga nggak yang sombong jadi kalau ada apa-apa pasti aku diajakin bareng mereka; Mereka mau makan aku diajak duduk bareng mereka, mau nongkrong aku diajak, lihat aku lagi nggak sibuk mereka nyamperin buat ngobrol,” ujar Haura saat dihubungi detikSport.
Haura menambahkan, “Kalau orang Spanyolnya dikasih tau apa sama panitia, juga suka bilang ‘bilangnya ke LO kita Haura ya’ dan kalo aku ngasih mereka instruksi, mereka suka bercanda bilang ‘Si, señorita’ [Iya, nona -red] ‘Claro que si, jefa’ [Tentu saja, bos -red] tapi tetap selalu mengikuti apa yang aku bilang, jadi mereka respect banget sama kerjaan kami.” Perempuan yang fasih berbahasa Spanyol dan Rusia ini menekankan bahwa tim Spanyol U-17 selalu bersikap humble dan sopan kepadanya.
Haura merasa sangat senang dan bangga mengetahui Pau Cubarsi berhasil menembus tim senior Spanyol setelah penampilannya di Indonesia, dan kini menjadi juara Piala Dunia 2026. “Dari pas tahu Pau masuk ke tim utama Timnas Spanyol sudah senang sekali, seperti melihat anak sendiri grown up, soalnya kan aku melihat pemain pas U-17 mirip bocil-bocil semua,” ungkap Haura.
Ia mengenang momen saat Spanyol melawan Jerman di perempatfinal Piala Dunia U-17 2023 di Jakarta International Stadium (JIS). Ketika kiper Raul Jimenez mendapat kartu merah, Pau Cubarsi terpaksa menjadi kiper dadakan. “Setiap match selama Piala Dunia 2026 pas Spanyol main aku nyariinnya Cubarsi terus, soalnya ingat pas lawan Jerman di Piala Dunia U-17 [kiper] Raul Jimenez kena kartu merah. Pau Cubarsi langsung dijadiin kiper, mana pas kasih gloves sama kaos ke Pau itu semuanya pada frantic dan panic karena buru-buru,” kenangnya.
Meskipun Spanyol kalah 1-0 dari Jerman dalam perempatfinal Piala Dunia U-17 2023 di JIS, momen Cubarsi menjadi kiper dadakan tersebut menjadi salah satu kisah menarik dalam perjalanan kariernya yang kini membawanya menjadi juara Piala Dunia 2026.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.