— Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memasang alat pemantau kualitas udara di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, seiring upaya penanggulangan kebakaran yang terjadi sejak 30 Juni.

Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat meminta masyarakat tidak beraktivitas di luar radius 1,7 kilometer dari titik pusat kebakaran untuk menghindari paparan partikel berbahaya.

Rekomendasi Jarak Aman

“Dari analisa data pantau (hingga 3 Juli malam) dan elaborasi data BMKG maka dengan simulasi pemodelan teknis parameter kunci PM2.5 yang berbahaya bagi pernafasan langsung/potensi penyebab ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas), maka diperkirakan batas aman warga untuk berada di luar jarak (radius) 1,7 km dari titik pusat TPA Jatiwaringin,” ujar Jumhur kepada wartawan, Minggu (5/7/2026).

Langkah Penanganan dan Evakuasi

Jumhur menyebut pemerintah telah mengevakuasi warga ke lokasi yang dianggap lebih aman, menerjunkan tim medis, serta membagikan masker kepada penduduk terdampak.

“Sampai saat, sudah ada 139 kasus ISPA dan 50 warga diungsikan ke kantor Desa setempat yang lokasinya cukup aman dari dampak asap,” kata Jumhur.

Ia juga menjelaskan seluruh biaya pengobatan ditanggung Pemerintah Kabupaten Tangerang. Menurut Jumhur, Pemkab telah menetapkan status darurat bencana dan berkoordinasi dengan BNPB untuk meminta bantuan pemadaman dari udara.

Alat Pemantau yang Dikerahkan

KLH memasang beberapa alat pemantau kualitas udara di sekitar lokasi kebakaran, yakni:

  • Dua stasiun pemantau bergerak;
  • Tiga alat pemantau portabel di kawasan permukiman terdampak;
  • Satu alat pemantau di lokasi pengungsian.

“KLH melalui pejabat-pejabat teknis bahkan Wamen LH terus memantau dan mengkoordinasikan dengan pihak terkait untuk kesempurnaan pemadaman dan pemulihan dari dampak asap dan penghindaran asap maupun evakuasi penduduk ke tempat yang aman,” ujar Jumhur.

Strategi Pemadaman

Pemadaman dilakukan melalui beberapa metode: dari udara menggunakan helikopter, pemadaman permukaan oleh unit pemadam, serta injeksi ke kedalaman timbunan sampah.

Selain itu, 18 unit pemadam kebakaran dan 30 personel yang berpengalaman menangani lahan gambut dikerahkan untuk membantu proses pemadaman.

Jumhur mengatakan koordinasi dengan BNPB dilakukan untuk upaya pembuatan hujan buatan. “Menurut BMKG ada kemungkinan hari ini Minggu (5/7) akan ada awan sehingga bisa dibuat hujan buatan,” tambahnya.

Awal Kebakaran

Kebakaran TPA Jatiwaringin dilaporkan terjadi pada Selasa (30/6). Kondisi angin kencang dan cuaca panas disebut menjadi salah satu faktor yang membuat api cepat menyebar dan membesar.