Jurnal Indonesia — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkap lonjakan signifikan komentar spam yang mempromosikan judi online di sejumlah platform media sosial selama dua pekan terakhir.
Berdasarkan pemantauan Komdigi, jumlah temuan naik 128% dibandingkan rata-rata temuan pada periode Januari–Juli 2026.
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Alexander Sabar, mengatakan lonjakan itu bukan terjadi secara alami melainkan bagian dari aktivitas terorganisir lintas negara yang memanfaatkan sistem otomatis atau bot.
“Dari hasil analisis kami, lonjakan ini menunjukkan adanya aktivitas terorganisir transnasional yang memanfaatkan sistem otomatis atau mesin atau bot untuk memantau media sosial secara real time,” ujar Alexander di Jakarta, Senin (29/6/2026).
Alexander menjelaskan sistem tersebut memantau unggahan dari akun dengan jangkauan tinggi. Ketika unggahan mulai ramai, bot otomatis membanjiri kolom komentar dengan promosi atau tautan menuju situs judi online.
Komdigi mencatat pola penyebaran komentar promosi yang memanfaatkan akun palsu di platform Instagram, Facebook, dan TikTok. Modusnya berupa komentar berulang dengan variasi kata kunci dan tagar untuk menghindari sistem moderasi otomatis platform.
“Berdasarkan hasil analisis jaringan, kami menemukan adanya operasi penyebaran komentar spam judi online yang terhubung dengan berbagai platform judi online, salah satunya menggunakan tagar Rawitbet melalui sistem afiliasi,” tambah Alexander.
Hasil pemantauan juga menunjukkan aktivitas terkoordinasi yang diduga dijalankan oleh jaringan akun berbasis di India dan Brasil. Jaringan ini mampu menyebarkan ribuan komentar promosi dalam waktu singkat, terutama pada akun yang memiliki jangkauan publik tinggi.
Komdigi menilai lonjakan ini terkait dengan dimulainya Piala Dunia 2026 pada 11 Juni lalu, yang dimanfaatkan pelaku untuk meningkatkan promosi taruhan olahraga.
Sebagai tindak lanjut, Komdigi terus berkoordinasi dengan penyelenggara platform digital untuk mempercepat penanganan. Hasil pemantauan menunjukkan komentar promosi judi online paling banyak ditemukan pada platform di bawah naungan Meta, yakni Instagram dan Facebook.
“Kami merencanakan segera bertemu dengan perwakilan Meta untuk menindaklanjuti hal ini. Bagi platform lainnya, kami juga meminta agar terus memperketat pengawasan terhadap konten judi online di platform masing-masing,” kata Alexander.
Ikuti Jurnal Indonesia
