Jurnal Indonesia — Jakarta – PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM menunjukkan komitmennya dalam pelestarian lingkungan melalui program PNM Green Impact. Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia, PNM berkolaborasi dengan pemerintah daerah, komunitas lingkungan, masyarakat, dan nasabah binaannya untuk menanam 22.000 pohon mangrove secara serentak. Aksi ini dilakukan di 18 titik kawasan pesisir di seluruh Indonesia.
Program penanaman mangrove ini merupakan bagian dari strategi keberlanjutan PNM yang telah direncanakan hingga tahun 2026. Targetnya, PNM akan menanam total 196.700 pohon mangrove di 58 lokasi berbeda di Indonesia. Upaya ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga ekosistem pesisir, tetapi juga untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat yang bergantung pada lingkungan tersebut.
Direktur Utama PNM, Kindaris, dalam keterangannya pada Minggu (26/7/2026), menjelaskan bahwa menjaga lingkungan dan pemberdayaan masyarakat merupakan dua hal yang tidak terpisahkan. Ia menyoroti bahwa banyak nasabah PNM menjalankan usaha yang secara langsung bergantung pada ekosistem pesisir, seperti perikanan, budidaya hasil laut, perdagangan, hingga kuliner berbasis hasil tangkapan nelayan. Kerusakan lingkungan pesisir, termasuk abrasi, dapat mengancam tidak hanya alam, tetapi juga kelangsungan usaha dan kesejahteraan keluarga nasabah.
Kindaris menekankan pentingnya pemberdayaan yang berorientasi pada masa depan. “PNM percaya bahwa pemberdayaan tidak hanya berbicara tentang hari ini, tetapi juga tentang menjaga kesempatan hidup bagi generasi berikutnya. Ketika kita menanam mangrove, yang kita tanam bukan sekadar pohon, melainkan perlindungan bagi lingkungan, keberlanjutan usaha masyarakat, dan harapan bagi ribuan keluarga yang menggantungkan hidupnya pada ekosistem pesisir,” ujarnya.
Manfaat ekosistem mangrove sangatlah luas. Selain berfungsi sebagai pelindung pantai dari abrasi, intrusi air laut, dan gelombang ekstrem, mangrove juga menjadi habitat penting bagi berbagai biota laut dan berperan signifikan dalam menyerap karbon dioksida dari atmosfer. Setiap pohon mangrove yang ditanam berkontribusi pada pelestarian lingkungan sekaligus mendukung ketahanan ekonomi masyarakat pesisir.
Lebih lanjut, ekosistem mangrove juga berpotensi membuka berbagai peluang ekonomi baru. Masyarakat dapat terlibat dalam kegiatan seperti pembibitan mangrove, pengembangan ekowisata, budidaya perikanan yang ramah lingkungan, hingga pengolahan produk bernilai tambah dari hasil mangrove. Potensi ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir.
Melalui program PNM Green Impact, PNM menegaskan kembali strateginya dalam pemberdayaan. Pemberdayaan tersebut tidak hanya diwujudkan melalui akses pembiayaan dan pendampingan usaha, tetapi juga melalui upaya pelestarian lingkungan yang menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.