— JAKARTA – KAI Commuter mengumumkan adanya pengurangan 17 perjalanan KRL pada rute Jakarta Kota-Bogor. Kebijakan ini diambil menyusul perawatan intensif yang dilakukan pada rangkaian KRL seri iE305 produksi PT INKA. KRL yang baru beroperasi sejak Desember 2025 ini mengalami sejumlah kendala teknis.

Rangkaian KRL seri iE305 atau CLI 225 mulai melayani penumpang di lintas Jakarta Kota-Bogor pada 16 Desember 2025, setelah melalui serangkaian uji coba mulai dari uji konstruksi, statis, dinamis, hingga uji endurance. KRL ini dilengkapi sistem traksi Variable Voltage Variable Frequency (VVVF) terbaru dan Train Monitoring System (TMS) untuk meningkatkan keselamatan dan keandalan operasional.

Setiap kereta memiliki 16 jendela kaca di setiap sisi, dua unit pendingin ruangan (AC), serta delapan pintu otomatis di setiap sisi. KRL CLI-225 ini beroperasi dalam formasi 12 rangkaian kereta (SF12) dan dilengkapi dua ruang masinis. Kapasitas angkut rata-rata per gerbong adalah 283 orang, dengan fasilitas papan informasi digital, kursi prioritas, CCTV, bagasi, ruang kursi roda, intercom darurat, pintu darurat, palu pemecah kaca, dan tangga darurat.

Gangguan Pintu dan Insiden Anjlok

Pada 29 Desember 2025, KRL buatan INKA sempat menjadi sorotan akibat gangguan pada bagian pintu. VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menjelaskan bahwa teknisi dari PT INKA dilibatkan dalam pendampingan teknis untuk merespons kendala secara cepat. Pihak KAI Commuter memastikan KRL tersebut telah lulus uji operasi, namun keluhan pengguna terkait hambatan perjalanan akibat gangguan pintu terus muncul.

“Kendala-kendala tersebut telah dikoordinasikan lebih lanjut kepada PT INKA. Selanjutnya, penanganan dan pemeriksaan teknis dilaksanakan oleh PT INKA,” ujar Karina.

Terbaru, KRL produksi INKA mengalami insiden anjlok di Stasiun Jakarta Kota pada Jumat, 4 September 2026. Peristiwa ini menyebabkan gangguan perjalanan yang signifikan, memaksa KAI Commuter memperpendek rute KRL dari Bogor hingga Stasiun Jayakarta atau Manggarai. KRL tersebut dilaporkan anjlok dua kali dalam sehari, yakni pada pagi hari di Stasiun Jakarta Kota dan siang harinya di Stasiun Manggarai saat hendak dibawa ke Balai Yasa Manggarai.

Manajer Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, menyatakan, “Anjloknya sarana Commuter Line di Stasiun Manggarai pada Jumat siang, (4/9) adalah rangkaian sarana Commuter Line yang sama sebelumnya mengalami insiden anjlok di Stasiun Jakarta Kota pada pagi harinya.”

Pengurangan Perjalanan KRL

Akibat insiden tersebut, KAI Commuter menghentikan sementara operasional KRL iE305 untuk menjalani perawatan intensif. Hal ini berdampak pada berkurangnya 17 perjalanan KRL di lintas Jakarta Kota-Bogor. Pembatalan mencakup tujuh perjalanan dari Bogor/Cilebut/Depok menuju Manggarai/Jakarta Kota, lima perjalanan dari Jakarta Kota menuju Bogor pada pagi hari, serta dua perjalanan dari Manggarai menuju Bogor dan tiga perjalanan dari Bogor pada sore hari.

Jumlah perjalanan harian KRL Jabodetabek berkurang dari 1.065 menjadi 1.048 perjalanan per hari. Karina Amanda menegaskan bahwa perawatan dilakukan demi keselamatan perjalanan. “Saat ini kami melakukan proses perawatan rangkaian sarana KRL yang ada secara intensif, demi keselamatan dan keamanan perjalanan. Kami memahami pasti akan ada ketidaknyamanan bagi para pengguna Commuter Line selama proses perawatan ini. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” kata Karina.

Tanggung Jawab Produsen

SM Corporate Communication dan Representative Office PT INKA, Nanang Agung Rohmandiyas, menyatakan bahwa pihaknya bertanggung jawab penuh atas perawatan rangkaian KRL seri iE305. Perawatan menyeluruh atau general check up dilakukan untuk memastikan seluruh komponen, termasuk sistem bogie dan propulsi, berfungsi optimal dan memenuhi standar keselamatan.

“Sejak awal proses ini berlangsung, tim engineering dan quality assurance kami sudah terjun langsung bersama tim KAI Commuter untuk memastikan setiap komponen, termasuk bogie dan sistem propulsi, berfungsi optimal. Kami mendukung penuh proses ini demi memastikan keandalan dan keselamatan sarana,” ujar Nanang Agung Rohmandiyas.

Nanang menambahkan bahwa INKA terus berkoordinasi dengan KAI Commuter untuk menjamin kualitas produk dan kenyamanan pengguna. Perawatan ini merupakan bentuk tanggung jawab produsen. “Bagi kami, ini adalah bentuk tanggung jawab sebagai manufaktur dan sinergi dalam ekosistem perkeretaapian. Tentunya dengan tujuan meningkatkan kualitas produk demi kenyamanan dan keselamatan pengguna Commuter Line,” tutur Nanang.