— Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum penguatan keteladanan. Hal ini penting dalam menjalankan tugas dan amanah yang diemban, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Bima Arya menekankan bahwa keteladanan Nabi Muhammad SAW harus terus diingat sebagai bekal dalam bekerja. “Maulid Nabi tentu bukan hanya sekadar perayaan tahunan. Setiap memperingati Maulid Nabi, kita semua diingatkan kembali tentang keteladanan junjungan kita Nabi Besar Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam,” ujar Bima Arya dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (8/9/2026).

Ia menjelaskan bahwa kepemimpinan ideal memiliki tiga aspek penting yang jarang dapat berjalan beriringan: kekuasaan, karisma, dan keteladanan. Ketiga aspek ini, menurut Bima Arya, telah dicontohkan secara sempurna oleh Nabi Muhammad SAW dan dapat menjadi teladan bagi seluruh umat manusia, termasuk para ASN.

Lebih lanjut, Bima Arya mengingatkan bahwa kekuasaan dan jabatan pada hakikatnya bersifat sementara. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh jajaran ASN Kemendagri untuk tidak menjadikan jabatan maupun materi sebagai tujuan utama dalam bekerja. “Jadi Menteri, jadi Wamen, jadi Dirjen, jadi apa pun, ada expired-nya. Tetapi yang abadi adalah mencari rida Allah SWT,” tuturnya.

Ia berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini dapat semakin memperkuat keikhlasan jajaran Kemendagri dalam menjalankan tugas. Hal ini juga diharapkan dapat membantu mereka dalam menghadapi berbagai tantangan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

“Mudah-mudahan hari ini menjadi berkat bagi kita semua. Mudah-mudahan setiap langkah, setiap keikhlasan yang Bapak/Ibu curahkan untuk bersama-sama di majelis ini diberikan pahala yang berlipat oleh Allah SWT,” tandasnya.

Acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir, para pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama di lingkungan Kemendagri, Ustaz Kasif Heer, Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemendagri Yane Bima Arya, Ketua DWP Kemendagri Niken Tomsi, serta pihak-pihak terkait lainnya.