— JAKARTA – Tiga unit helikopter bantuan dari Jepang untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akan tiba di Pelabuhan Kijing, Kalimantan Barat, besok, Rabu (9/9). Bantuan teknis ini merupakan wujud kemitraan strategis dan kemanusiaan antara Indonesia dan Jepang dalam kerangka kerja sama Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR).

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan, Letjen TNI Tri Budi Utomo, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah Jepang. Ia menjelaskan bahwa Jepang akan menyediakan tiga helikopter CH-47 Chinook yang dirancang khusus untuk operasi water bombing dengan kapasitas besar.

“Pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi atas dukungan teknis yang diberikan pemerintah Jepang. Jepang akan memberikan dukungan berupa tiga helikopter CH-47 Chinook yang mendukung operasi water bombing,” ujar Tri Budi dalam konferensi pers yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube BNPB, Selasa (8/9/2026).

Helikopter-helikopter tersebut diangkut menggunakan kapal JS Kunisaki. Kapal yang membawa personel dan armada helikopter dari Jepang dijadwalkan tiba di Pelabuhan Kijing pada Rabu (9/9). Dua lokasi di Pontianak telah disiapkan sebagai homebase operasional penerbangan helikopter bantuan Jepang.

Dukungan ini, lanjut Budi, merupakan implementasi dari kemitraan strategis dan kemanusiaan antara Indonesia dan Jepang, yang merupakan bagian dari Defence Cooperation Arrangement (DCA) dengan fokus pada bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana (HADR).

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data Informasi (Plt Kapusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton SP Panjaitan, memaparkan sebaran titik api di wilayah Kalimantan dan Sumatera. Di Kalimantan Barat, tercatat ada 350,82 hektare lahan terbakar dengan 36 titik api, di mana 105,2 hektare di antaranya telah berhasil dipadamkan.

Luas karhutla di Kalimantan Tengah mencapai sekitar 100,4 hektare dengan total 67,2 hektare lahan yang telah berhasil dipadamkan. Di Kalimantan Selatan, karhutla melanda 260,97 hektare lahan, dengan 163,67 hektare di antaranya sudah berhasil dipadamkan.

Berton menambahkan, di Jambi, karhutla terjadi pada lahan seluas 60 hektare, dan 46 hektare di antaranya telah berhasil dipadamkan. Di Riau, luas karhutla mencapai kurang lebih 309,37 hektare, dengan 162,22 hektare telah berhasil dipadamkan. Karhutla juga dilaporkan terjadi di Sumatera Selatan dengan luas lahan terdampak mencapai 399,8 hektare, dan upaya pemadaman masih terus dilakukan.