Jurnal Indonesia — JAKARTA – PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) atau Ultra Voucher mulai merasakan hasil positif dari ekspansi ekosistem voucher, rewards, dan loyalty. Pada paruh pertama tahun 2026, laba bersih perseroan melonjak tajam sebesar 604% secara tahunan, mencapai Rp 8,3 miliar. Pertumbuhan laba ini jauh melampaui kenaikan pendapatan yang tercatat sebesar 42,5%.
Kinerja keuangan yang kuat ini menunjukkan adanya penguatan profitabilitas Ultra Voucher, seiring dengan upaya ekspansi jaringan bisnis dan pengembangan produk digital yang terus dilakukan perseroan.
Berdasarkan laporan kinerja, UVCR berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 628,8 miliar dalam enam bulan pertama 2026. Angka ini meningkat 42,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 441,4 miliar. Pertumbuhan pendapatan ini turut berdampak positif pada laba bruto yang naik 49,5% menjadi Rp 28,6 miliar, dari sebelumnya Rp 19,1 miliar. Pertumbuhan yang lebih signifikan terlihat pada EBITDA, yang melesat 231% menjadi Rp 9,6 miliar, melonjak dari Rp 2,9 miliar pada semester I-2025.
Secara keseluruhan, laba bersih UVCR mencapai Rp 8,3 miliar, sebuah peningkatan drastis sekitar 604% dibandingkan dengan Rp 1,2 miliar pada semester I-2025. Tingginya pertumbuhan laba bersih dibandingkan pertumbuhan pendapatan mengindikasikan perbaikan signifikan dalam kemampuan perseroan mengonversi pertumbuhan bisnis menjadi keuntungan yang lebih besar.
“Kinerja semester pertama 2026 menjadi momentum positif bagi Ultra Voucher. Pertumbuhan pendapatan sebesar 42,5% yang diikuti dengan peningkatan EBITDA dan laba bersih menunjukkan bahwa pengembangan bisnis dan ekosistem yang kami lakukan mulai memberikan kontribusi yang semakin kuat terhadap kinerja perseroan,” ujar Direktur Utama UVCR Hady Kuswanto dalam keterangan tertulisnya pada Senin (7/9/2026).
Pertumbuhan UVCR tidak hanya didorong oleh penjualan voucher digital, tetapi juga oleh pengembangan ekosistem yang kuat yang menghubungkan berbagai brand, konsumen, serta pelanggan korporasi. Hingga tahun 2026, Ultra Voucher telah membangun jaringan yang luas dengan lebih dari 1.000 brand, 700 mitra B2B, dan lebih dari 50.000 outlet yang tersebar di seluruh Indonesia. Dari sisi konsumen, aplikasi Ultra Voucher sendiri telah diunduh oleh lebih dari 900.000 pengguna.
Perseroan saat ini memfokuskan pengembangan pada dua produk utama, yaitu Ultra Voucher Mobile Application dan Ultra Voucher Gift Card (UVGC). Kedua produk ini kemudian diperluas jangkauannya melalui berbagai layanan pendukung seperti Ultra Gift, Reward & API Service (RACE), Merchant Application, serta integrasi dengan sistem EDC dan POS.
Model bisnis yang diterapkan ini memberikan ruang bagi UVCR untuk mengembangkan pasar Business-to-Business (B2B) sekaligus Business-to-Consumer (B2C). Di segmen korporasi, perseroan membidik kebutuhan perusahaan terkait pemberian hadiah, program penghargaan, hingga strategi customer engagement dan loyalty. Sementara itu, di segmen konsumen, Ultra Voucher berupaya memperluas titik akses pembelian melalui integrasi dengan berbagai platform digital yang sudah umum digunakan masyarakat.
Saat ini, voucher Ultra Voucher dapat diakses melalui sejumlah platform perbankan digital terkemuka, antara lain myBCA, BRImo, Livin’ Sukha, dan Wondr BNI. Strategi integrasi ini memungkinkan konsumen untuk membeli voucher tanpa perlu berpindah dari aplikasi perbankan yang mereka gunakan sehari-hari.
Salah satu fokus utama pengembangan bisnis UVCR pada tahun ini adalah Ultra Voucher Gift Card (UVGC), khususnya melalui peluncuran UVGC 2.0. Pengembangan ini mengarahkan UVGC menjadi gift card universal yang dapat digunakan langsung di kasir outlet. Tahap selanjutnya, perseroan akan mengembangkan penggunaan UVGC melalui EDC perbankan untuk memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi konsumen maupun pelanggan korporasi.
Integrasi dengan jaringan perbankan lainnya juga ditargetkan menyusul pada kuartal IV-2026. Jika terealisasi, langkah ini berpotensi memperluas jaringan penerimaan UVGC di berbagai merchant. Tidak hanya sebagai produk gifting, UVGC juga dikembangkan menjadi bagian integral dari ekosistem rewards dan loyalty. Perseroan memungkinkan integrasi UVGC dengan sistem poin milik perusahaan atau produk tertentu, sehingga poin loyalitas dapat dikonversi menjadi UVGC atau voucher digital.
Direktur UVCR Riky Boy H Permata menjelaskan bahwa perseroan melihat peluang pertumbuhan yang sangat besar dari konvergensi antara voucher, gift card, rewards, dan loyalty. “Fokus kami bukan hanya memperluas jumlah produk, tetapi juga meningkatkan fleksibilitas penggunaan dan memperluas titik akses bagi konsumen maupun pelanggan korporasi. Pengembangan UVGC dan integrasi dengan berbagai ekosistem menjadi bagian penting dari strategi tersebut,” kata Riky.
Dengan strategi yang diterapkan, UVCR berupaya meningkatkan peran voucher dari sekadar instrumen pembayaran atau hadiah, menjadi solusi loyalitas dan engagement yang komprehensif bagi perusahaan. Penguatan bisnis B2B menjadi salah satu peluang penting bagi UVCR ke depan. Melalui solusi voucher digital, gift card, dan loyalty, perseroan dapat memenuhi kebutuhan perusahaan dalam menjalankan berbagai program penghargaan, serta meningkatkan keterlibatan pelanggan dan karyawan.
Sementara itu, pendekatan omnichannel yang diadopsi memastikan transaksi digital tetap terhubung erat dengan jaringan merchant fisik. Voucher dapat dibeli secara digital dan digunakan di merchant, sedangkan UVGC dapat dipindai melalui QR Code untuk kemudian dikonversi dan dikelola secara digital melalui aplikasi Ultra Voucher. Kombinasi antara perluasan jaringan, integrasi dengan platform pihak ketiga, dan pengembangan produk menjadi modal utama UVCR untuk mempertahankan pertumbuhan bisnisnya.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.