— PT Timah Tbk (TINS) memutuskan untuk merevisi rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) tahun buku 2026. Keputusan ini diambil menyusul kinerja keuangan perseroan pada semester I-2026 yang dinilai telah melampaui target yang ditetapkan sebelumnya.

Hingga pertengahan tahun 2026, anggota holding BUMN Industri Pertambangan atau MIND ID ini berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp10,4 triliun. Angka ini melonjak 147% secara tahunan (year-on-year/yoy) dan merepresentasikan 67% dari total RKAP tahun 2026 yang sebelumnya dipatok Rp15,35 triliun.

Tidak hanya pendapatan, metrik keuangan lain seperti EBITDA PT Timah juga menunjukkan performa impresif. EBITDA tercatat melonjak 363% secara yoy menjadi Rp3,9 triliun pada semester I-2026. Pencapaian ini juga telah melampaui target RKAP tahun penuh 2026 yang sebesar Rp2,9 triliun.

Sejalan dengan penguatan pendapatan dan EBITDA, laba bersih PT Timah juga mengalami peningkatan signifikan sebesar 805% secara yoy. Pada semester I-2026, laba bersih yang dibukukan mencapai Rp2,7 triliun, jauh melampaui target RKAP 2026 sebesar Rp1,6 triliun.

Direktur Keuangan PT Timah Tbk, Fina Eliani, menjelaskan bahwa perseroan sedang dalam proses penyusunan RKAP perubahan. “Saat ini PT Timah sedang menyusun RKAP perubahan dikarenakan memang dari variabel dan pencapaian kinerja sudah jauh lebih tinggi dibandingkan yang telah disetujui pemegang saham sebelumnya,” ujarnya dalam paparan publik, Kamis (10/9/2026).

Penyusunan RKAP perubahan ini diharapkan dapat membantu PT Timah meraih target finansial yang lebih ambisius. Meskipun demikian, Fina menyatakan bahwa besaran target baru tersebut belum dapat diungkapkan karena masih dalam proses persetujuan pemegang saham.

Terkait target keuangan untuk tahun buku 2027, PT Timah juga belum dapat memberikan rincian lebih lanjut. Namun, Fina menegaskan bahwa pemegang saham telah menginstruksikan agar PT Timah dapat menghasilkan laba bersih (bottom line) yang lebih tinggi dari target laba bersih tahun 2026.

Pembayaran Dividen dan Pergerakan Aset

Di sisi neraca keuangan, PT Timah membukukan total aset sebesar Rp16,4 triliun pada semester I-2026, menunjukkan pertumbuhan 21% yoy. Pertumbuhan aset ini terutama didorong oleh peningkatan saldo kas dan setara kas yang naik dari Rp1,7 triliun menjadi Rp4 triliun.

Sementara itu, total liabilitas perseroan juga mengalami kenaikan 13% secara yoy menjadi Rp5,9 triliun. Menurut Fina, peningkatan ini disebabkan oleh pembayaran kewajiban utang dividen yang merujuk pada hasil RUPS 12 Juni 2026. “Utang dividen ini telah kami bayarkan di Juli 2026,” imbuhnya.

Meski terjadi peningkatan pada liabilitas dan aset, kenaikan tersebut diimbangi oleh penguatan ekuitas perseroan yang mencapai Rp10,5 triliun. Lebih lanjut, PT Timah juga mencatatkan arus kas operasi yang positif sebesar Rp3,3 triliun, melonjak 608% secara yoy.

“Kenaikan arus kas dari aktivitas operasi ini diikuti interest bearing debt yang menurun sebesar Rp500 miliar, menjadi Rp1,78 triliun jika dibandingkan dengan akhir 2025,” tandas Fina.