— PT Lautan Luas Tbk (LTLS), perusahaan yang bergerak sebagai penyedia bahan baku dan solusi terintegrasi, terus memperkuat strategi pertumbuhan jangka panjang. Fokus utama pengembangan bisnisnya kini diarahkan pada empat sektor industri strategis, yaitu makanan & minuman (food & beverages), pengolahan air (water treatment), perawatan rumah dan pribadi (personal home care), serta bahan kimia (chemical).

Penguatan strategi ini disampaikan manajemen dalam Paparan Publik Tahunan 2026 yang digelar secara daring dalam rangkaian Public Expose Live 2026 pada Selasa (8/9/2026)..

Kinerja perseroan pada semester pertama 2026 menunjukkan hasil yang solid, menjadi fondasi kuat untuk agenda pertumbuhan. Lautan Luas berhasil membukukan pendapatan konsolidasi atau omzet sebesar Rp 5,11 triliun. Angka ini meningkat 21,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp 4,22 triliun.

Selain itu, pada paruh pertama 2026, perseroan mencatatkan EBITDA sebesar Rp 411 miliar dan laba bersih senilai Rp 124 miliar.

Direktur Pengelola PT Lautan Luas Tbk, Joshua C Asali, menyatakan bahwa kinerja semester pertama 2026 memberikan fondasi yang kuat bagi perseroan untuk melanjutkan agenda pertumbuhan. “Kami melihat peluang yang menarik di sejumlah industri strategis dan akan terus mengembangkan kemampuan Lautan Luas untuk menyediakan produk, solusi, serta layanan yang semakin terintegrasi dan bernilai tambah bagi pelanggan,” katanya dalam keterangan resmi.

Direktur Keuangan PT Lautan Luas Tbk, Elly M Tansil, menambahkan bahwa perseroan akan terus menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis, profitabilitas, dan disiplin keuangan. “Kami akan terus menjaga kualitas pertumbuhan dengan mengoptimalkan portofolio bisnis. Selain itu, disiplin dalam pengelolaan keuangan dan modal kerja akan tetap menjadi bagian penting yang akan kami fokuskan dalam mendukung ekspansi perseroan,” ujar Elly M Tansil.

Pergerakan saham Lautan Luas saat berita ini disusun berada di level Rp 935. Dalam tiga bulan terakhir, saham emiten ini tercatat mengalami kenaikan lebih dari 30%.

Secara valuasi, rasio price to book value (PBV) LTLS masih berada di angka 0,44 kali. Rasio PBV sendiri membandingkan harga saham dengan nilai buku per saham. Sementara itu, rasio price earning ratio (PER) tercatat 5,86 kali (annualized), yang membandingkan harga saham LTLS dengan laba per saham yang disetahunkan.