Finansial

Literasi Keuangan Digital Perlu Ditingkatkan Seiring Akses Layanan

Kesenjangan antara akses layanan keuangan digital dan pemahaman literasinya menjadi sorotan. Mahasiswa ditekankan pentingnya bijak dalam mengambil keputusan finansial.

Literasi Keuangan Digital Perlu Ditingkatkan Seiring Akses Layanan
Mahasiswa mengikuti kegiatan literasi keuangan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram, NTB, yang membahas pengelolaan keuangan, risiko layanan digital, dan transaksi yang bijak. (Ist.)

MATARAM – Pemahaman yang memadai mengenai manfaat, risiko, dan tanggung jawab dalam keputusan keuangan perlu menyertai peningkatan akses layanan keuangan digital, terutama bagi generasi muda. Isu ini menjadi fokus dalam kegiatan literasi keuangan yang diselenggarakan oleh PT Artha Dana Teknologi (Indo Dana Fintech) bersama Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Data dari Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang dihimpun Otoritas Jasa Keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan, dan Badan Pusat Statistik menunjukkan indeks literasi keuangan sebesar 69,57%, sementara indeks inklusi keuangan mencapai 93,61%. Kesenjangan ini mengindikasikan pertumbuhan akses masyarakat terhadap produk keuangan yang lebih pesat dibandingkan dengan pemahaman mereka.

Direktur Utama PT Artha Dana Teknologi, Ronny Wijaya, menekankan bahwa kemudahan akses layanan keuangan harus diimbangi dengan pemahaman risiko. Ia berharap mahasiswa dapat menjadi agen perubahan dengan mengelola keuangan secara terukur dan bijak sebelum menggunakan produk finansial. “Harapannya mahasiswa dapat menjadi agent of change dengan mengelola keuangan secara baik dan lebih bijak dalam mengambil keputusan,” ujarnya.

Kegiatan yang diikuti lebih dari 170 mahasiswa ini mencakup pembahasan pengelolaan keuangan, kehati-hatian dalam penggunaan layanan finansial digital, serta pentingnya memahami risiko sebelum bertransaksi. Mahasiswa mendapatkan edukasi mengenai perbedaan platform pinjaman daring legal dan ilegal, keamanan data pribadi, serta batasan kemampuan finansial dalam mengakses pembiayaan.

Penggunaan layanan keuangan digital juga diarahkan untuk kebutuhan produktif seperti pendidikan, pelatihan, pengembangan usaha, dan pekerjaan. Literasi keuangan menjadi kian krusial seiring meluasnya layanan berbasis digital yang menawarkan kecepatan dan kemudahan akses. Namun, kemudahan ini juga berpotensi meningkatkan risiko keputusan keuangan yang kurang terukur jika tidak disertai pemahaman mendalam mengenai biaya, kewajiban pembayaran, keamanan data, dan kapasitas finansial pengguna.