— Investor senior Lo Kheng Hong membagikan pandangannya mengenai waktu yang tepat untuk berinvestasi di pasar saham dalam Seminar Mercu Buana Investment Festival (Minfest) 2026 yang diselenggarakan pada 24 Juni 2026.

Dalam sesi yang dipandu oleh moderator, Lo Kheng Hong, yang akrab disapa Pak Lo, menyatakan bahwa momen terbaik untuk membeli saham adalah ketika pasar sedang dalam kondisi sulit atau ‘berdarah-darah’.

“Artinya apa? Ketika teman-teman berdarah-darah lagi murah saham. Saham yang murah itu lagi berdarah-darah. Itu peluang emas bagi seorang investor,” ungkapnya, seperti dikutip dari kanal YouTube FEB UMB.

Menurut Pak Lo, investor memiliki kesempatan untuk mengakuisisi saham dari perusahaan-perusahaan unggulan atau ‘wonderful company’ dengan harga yang sangat terjangkau ketika pasar mengalami penurunan.

“Kalau teman-teman bapak gak berdarah-darah, enggak bisa dapat barang murah nih,” tambahnya.

Ia menekankan pentingnya prinsip “Always invest in bad time” atau selalu berinvestasi di saat-saat sulit. “Begitu bad time semuanya murah,” ujar Pak Lo.

Menanggapi pertanyaan moderator mengenai apa yang harus dilakukan jika tidak memiliki dana saat pasar sedang jatuh, Lo Kheng Hong memberikan jawaban yang jenaka, “Doa. Harus doa dan puasa”. Jawaban tersebut disambut tawa oleh moderator.

Lebih lanjut, Pak Lo kembali menegaskan bahwa ketika investor asing melakukan aksi jual dan keluar dari pasar, hal tersebut sering kali menyebabkan harga saham mengalami penurunan signifikan. Ia menyamakan kondisi tersebut dengan fenomena alam yang menguntungkan.

“Saya menulis bahwa di Bursa Efek Indonesia sedang hujan emas, siapkan ember yang besar untuk menampung hujan emas itu,” pungkasnya.