— JAKARTA – Pengguna akun Google kini memiliki opsi baru untuk memulihkan akses login yang lebih aman dan praktis, yaitu melalui fitur video selfie. Inisiatif ini dirancang sebagai lapisan keamanan tambahan, melengkapi metode verifikasi yang sudah ada seperti passkey, nomor telepon, email pemulihan, kata sandi, dan kontak.

Fitur video selfie mulai diluncurkan secara bertahap sejak pekan ini. Namun, perlu dicatat bahwa opsi ini tidak tersedia untuk semua jenis akun. Pengguna dengan akun Google Workspace, akun anak di bawah umur, atau mereka yang terdaftar dalam Advanced Protection Program tidak akan dapat menggunakan fitur ini.

Pengaktifan fitur login video selfie bersifat opsional dan memerlukan pengaturan manual, baik melalui ponsel maupun komputer pribadi (PC). Bagi pengguna PC yang tidak dilengkapi kamera, proses verifikasi dapat dilanjutkan dengan memindai kode QR yang ditampilkan untuk dihubungkan ke ponsel.

Proses pengaktifan fitur ini dimulai dengan masuk ke akun Google Anda, lalu memilih opsi ‘My Account’. Selanjutnya, navigasikan ke bagian ‘Security & sign-in’, dan di bawah kategori ‘How you sign in to Google’, pilih ‘Selfie video’. Ikuti instruksi yang muncul di layar untuk menyelesaikan pengaturan.

Saat proses verifikasi atau login, Google akan meminta pengguna untuk menggerakkan kepala. Langkah ini bertujuan untuk mencegah upaya penipuan identitas, termasuk penggunaan video deepfake, sekaligus memastikan bahwa orang yang melakukan login adalah benar-benar pemilik akun yang berada di depan kamera.

Video selfie yang terekam akan disimpan dan digunakan untuk proses login selanjutnya. Google menjamin bahwa rekaman video ini akan dienkripsi dan hanya digunakan untuk keperluan verifikasi login. Pengguna juga diberikan kontrol penuh untuk menghapus video selfie yang tersimpan kapan saja melalui pengaturan verifikasi video di akun mereka.