Jurnal Indonesia — Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi, Krisdianto, mengajak gerakan koperasi kredit atau credit union untuk mengambil peran strategis dalam memperkuat ekosistem koperasi nasional. Koperasi kredit dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung keberhasilan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang sedang dikembangkan oleh pemerintah.
Krisdianto mendorong agar koperasi kredit tidak hanya fokus pada pertumbuhan aset dan bisnis semata. Ia menekankan pentingnya peran yang lebih besar dalam penguatan tata kelola, pendidikan anggota, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Krisdianto yang mewakili Menteri Koperasi Ferry Juliantono, mengapresiasi gerakan koperasi kredit Indonesia. Menurutnya, gerakan ini telah menjadi pilar penting dalam penguatan ekonomi rakyat, mampu membangun kemandirian anggota melalui sistem keuangan berbasis gotong royong yang sehat dan berkelanjutan.
“Bapak Menteri Koperasi sebenarnya sangat ingin hadir bersama seluruh insan koperasi kredit Indonesia. Beliau bahkan secara khusus menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung perkembangan gerakan koperasi kredit yang selama ini telah menunjukkan kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi masyarakat,” ujar Krisdianto dalam keterangan tertulisnya, Jumat (11/9/2026).
Pernyataan ini disampaikan saat pembukaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Induk Koperasi Kredit (INKOPDIT) Tahun Buku 2025 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Krisdianto juga mengungkapkan kesan positif Menteri Koperasi terhadap perkembangan koperasi di Nusa Tenggara Timur. Berdasarkan kunjungan kerja, NTT dinilai sebagai salah satu provinsi dengan perkembangan koperasi terbaik di Indonesia.
“Beliau berkali-kali menyampaikan apresiasinya terhadap kemajuan koperasi di NTT. Ini menunjukkan bahwa gerakan koperasi yang dibangun dengan tata kelola yang baik dan semangat pemberdayaan mampu menjadi kekuatan ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” katanya.
Krisdianto menyoroti hubungan antara LPDB Koperasi dan gerakan koperasi kredit nasional. Selama hampir dua dekade, LPDB Koperasi telah menyalurkan pembiayaan kepada puluhan koperasi kredit di berbagai daerah. Hal ini merupakan bentuk dukungan pemerintah dalam memperkuat permodalan dan kapasitas usaha koperasi.
Ia menekankan bahwa keberhasilan koperasi kredit Indonesia tidak hanya diukur dari besarnya aset dan pertumbuhan usaha, tetapi juga dari kemampuannya menjaga jati diri, nilai, serta prinsip-prinsip koperasi yang berorientasi pada kesejahteraan anggota. “Koperasi kredit harus terus menjadi rumah bagi masyarakat untuk bertumbuh bersama. Di tengah perubahan ekonomi dan perkembangan teknologi yang begitu cepat, koperasi harus mampu bertransformasi tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar yang menjadi kekuatannya selama ini,” tegasnya.
Lebih lanjut, Krisdianto mengajak seluruh gerakan koperasi kredit untuk berpartisipasi dalam agenda besar pembangunan koperasi nasional, termasuk mendukung penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Pengalaman panjang koperasi kredit dalam membangun pendidikan anggota, tata kelola kelembagaan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat merupakan modal penting yang dapat dibagikan kepada koperasi-koperasi baru di seluruh Indonesia.
Ketua Pengurus INKOPDIT, Wara Sabon Dominikus, mengingatkan seluruh gerakan koperasi kredit Indonesia untuk tetap menjaga ideologi dan jati diri koperasi di tengah berbagai tantangan zaman. Ia menilai gerakan koperasi kredit perlu terus melakukan re-ideologisasi, transformasi, dan penguatan resiliensi agar mampu bertahan hingga satu abad ke depan.
“Gerakan koperasi kredit Indonesia harus kembali meneguhkan nilai dasar koperasi, memperkuat transformasi berbasis teknologi dan kebutuhan anggota, serta membangun daya tahan yang kuat menghadapi berbagai tantangan ekonomi di masa depan,” ucapnya. Dominikus juga menegaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih adalah bagian dari keluarga besar gerakan koperasi Indonesia yang harus didukung bersama oleh seluruh elemen perkoperasian.
“Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bukanlah pesaing, melainkan bagian dari keluarga besar gerakan koperasi Indonesia. Kesuksesan KDKMP adalah kesuksesan koperasi Indonesia, dan sebaliknya. Karena itu, INKOPDIT mendukung penuh penguatan KDKMP, terutama melalui pendidikan perkoperasian, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, serta transfer pengalaman tata kelola yang telah dimiliki gerakan koperasi kredit selama puluhan tahun,” paparnya.
Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng, mengapresiasi dipilihnya Labuan Bajo sebagai lokasi penyelenggaraan RAT INKOPDIT Tahun Buku 2025. Ia menyatakan bahwa kehadiran ribuan insan koperasi dari berbagai daerah menjadi kehormatan sekaligus membawa dampak positif bagi daerah.
“Atas nama Pemerintah dan masyarakat Manggarai Barat, kami menyampaikan selamat datang dan terima kasih kepada seluruh peserta. Kehadiran Bapak dan Ibu sekalian merupakan kehormatan bagi kami dan menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi daerah serta memperkuat ekonomi lokal,” ungkapnya.
RAT INKOPDIT Tahun Buku 2025 menjadi momentum penting bagi gerakan koperasi kredit Indonesia untuk memperkuat konsolidasi organisasi, tata kelola kelembagaan, serta merumuskan langkah strategis dalam menghadapi dinamika ekonomi nasional dan global. Kegiatan ini mengusung tema ‘Re-Ideologisasi, Transformasi, dan Resiliensi Gerakan Koperasi Kredit Indonesia Menuju 2070’ dan diikuti sekitar 500 peserta.
Acara ini juga diramaikan dengan Open Forum, Seminar Nasional, Wisata Edukatif, Pameran Hasil Usaha Anggota, dan Festival Budaya. Melalui forum ini, sinergi antara pemerintah, LPDB Koperasi, INKOPDIT, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan semakin kuat dalam mewujudkan koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional. Acara ini dihadiri pula oleh Wakil Bupati Manggarai Barat Yulianus Weng, Bupati Manggarai Timur Agas Andreas, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Nusa Tenggara Timur Linus Lusi, Ketua Pengurus INKOPDIT Wara Sabon Dominikus, Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi Deva Rachman, para penasihat INKOPDIT Robby Tulus dan Untung Tri Basuki, serta jajaran pengurus dan pengawas INKOPDIT.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.