Jurnal Indonesia — Fortuna Sittard, klub sepak bola asal Belanda, telah meluncurkan jersey tandang terbarunya untuk musim 2026/2027. Seragam baru ini tidak hanya menampilkan desain yang menarik, tetapi juga menyimpan makna iman yang mendalam, terinspirasi oleh sejarah kota Sittard dan Santa Rosa dari Lima.
Dalam video perilisannya, terlihat pemain Timnas Indonesia, Justin Hubner, bersama rekan setimnya, Ole Romeny, mengenakan jersey berwarna merah marun. Keduanya tampak menaburkan bunga mawar di sebuah taman yang asri, mengisyaratkan tema utama dari desain jersey tersebut.
Keunikan jersey away Fortuna Sittard terletak pada detail di bagian leher belakangnya. Terdapat gambar seorang perempuan yang mengenakan pakaian biarawati, lengkap dengan lingkaran cahaya atau ‘halo’ di kepalanya. Sosok ini merujuk pada Santa Rosa dari Lima, seorang santo Katolik yang hidup pada abad ke-16 hingga ke-17 di Peru.
Santa Rosa dari Lima dikenal sebagai perawan awam Dominikan yang mendedikasikan hidupnya untuk Yesus Kristus melalui doa, puasa, dan pelayanan kepada kaum miskin serta tertindas. Perjalanan spiritual dan pelayanannya di Peru diakui oleh Gereja Katolik, yang kemudian mengangkatnya sebagai santa pada tahun 1671.
Kisah Santa Rosa dari Lima memiliki kaitan erat dengan sejarah Kota Sittard. Pada masa beatifikasinya, kota tersebut dilanda wabah pes dan disentri. Para biarawan Dominikan kemudian menyarankan agar Santa Rosa diangkat sebagai pelindung Sittard dan didoakan permohonannya.
Saran tersebut diterima oleh Dewan Kota Sittard pada tahun 1669. Ajaibnya, setahun kemudian wabah pes dan disentri menghilang dari Sittard. Peristiwa ini dianggap sebagai mukjizat dan tanda kekudusan Santa Rosa, yang kemudian mendorong pembangunan Sint Rosakapel (Kapel Santa Rosa) yang dibuka pada tahun 1675.
Hingga kini, masyarakat Sittard masih menggelar Festival Santa Rosa setiap tahun di kapel tersebut, terutama pada akhir pekan terakhir bulan Agustus, sebagai bentuk rasa syukur dan penghormatan.
Pihak Fortuna Sittard menjelaskan bahwa warna merah anggur pada jersey melambangkan mawar, simbol Santa Rosa, yang juga tercermin dalam pola mawar halus di desainnya. “Seragam ini mencerminkan kekayaan sejarah Santa Rosa dan ikatan khusus antara santa pelindung dan Kota Sittard,” demikian pernyataan klub.
Lebih lanjut, klub menambahkan bahwa font unik untuk nama dan nomor pemain terinspirasi dari arsitektur Kapel Santa Rosa, dengan detail duri di sekeliling nomor yang melengkapi tampilan tangguh dan khas. Desain ini menunjukkan keberanian Fortuna Sittard dalam merayakan identitas spiritual dan sejarah, di tengah tren sekularisme yang berkembang di Eropa.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.