Jurnal Indonesia — Kekalahan Argentina dalam partai final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol tidak mengurangi status Lionel Messi di mata para penggemarnya. Meskipun gagal membawa pulang trofi, La Pulga tetap dianggap sebagai pemain terbaik sepanjang masa atau The GOAT.
Pertandingan final yang digelar di MetLife Stadium, New Jersey, pada Senin (20/7/2026) dini hari WIB, berakhir dengan skor 1-0 untuk keunggulan Spanyol. Gol tunggal Ferran Torres pada menit ke-106, memanfaatkan keunggulan jumlah pemain setelah Enzo Fernandez menerima kartu merah menjelang akhir waktu normal, menjadi penentu kemenangan tim Matador.
Meskipun hasil akhir mengecewakan bagi Argentina, lini masa media sosial justru dibanjiri ucapan terima kasih dan penghormatan kepada Messi. Banyak netizen mengungkapkan rasa terima kasih atas momen-momen indah yang telah dipersembahkan oleh sang kapten selama kariernya.
“Dari gw kecil sampe skarang selalu jadi idola gw, orang ini selalu yg terbaik di hati gw 🥹 Tugas lu udah selesai bang Messi, saatnya pensiun dengan tenang 🥹terima kasih untuk semuanya,” tulis salah satu pengguna akun @farhanalv. Pengguna lain, @ngab_69, menambahkan, “Dia sudah menamatkan sepakbola nya, terima kasih leo messi, menemani dari smp sampe tuir.” Sementara itu, @fransdavidgino mengapresiasi perjalanan Messi dan tim Argentina, “Akhirnya sampai diujung cerita Argentina yang terlahir kembali di 2019. Terima Kasih Scaloni yang udah membawa kembali Messi dan sampai hari ini semuanya adalah sejarah 👏 Kalau Messi, karirmu terlalu indah untuk dinikmati. Bersyukur bisa jadi saksinya.Terima Kasih banyak!” Akun @albiceleste_id juga turut menyampaikan, “Leo Messi, sekali lagi. Terima kasih telah memberi kami masa kecil, remaja dan dewasa degan jutaan momen indah.”
Perjalanan Messi membawa Argentina kembali ke partai puncak Piala Dunia di usianya yang ke-39 tahun tetap menuai apresiasi tinggi. Banyak penggemar memandang Piala Dunia 2026 sebagai penampilan terakhirnya di turnamen akbar tersebut, menjadikan laga melawan Spanyol sebagai penutup perjalanan epik selama lebih dari dua dekade.
Dengan segudang gelar bergengsi yang telah diraih bersama Argentina, termasuk Copa America dan Piala Dunia 2022, serta rekor individu yang mengesankan, banyak yang berpendapat bahwa satu kekalahan tidak akan menghapus warisan besarnya.
“Dia tidak butuh Piala Dunia lain untuk menjadi yang terbaik sepanjang masa 🐐. Dia membawa tim Argentina yang biasa-biasa saja ke final dua kali. Vamos Messi,” ujar @Shabaz1406. Pengguna lain, @die_780, memuji kemampuan Messi di lapangan, “Terlepas dari Argentina yang emang norak, Ini orang emang hebat banget kalo udah megang bola. Ibarat Tsubasa ” Bola adalah teman ” nempel banget kalo udah dikakinya itu bola, hentiin dia gak bisa 1 orang. Harus dikawal ketat banget dan diputus aliran bolanya baru dia gak bisa berkutit kaya Final ini, tapi messi tetap legenda!”
Penegasan status GOAT juga datang dari @PhSimatupang yang menyatakan, “Memimpin rekannya ke 3 final Piala Dunia, Lionel Messi adalah The Greatest of All Time ( GOAT ).” Sementara itu, @gerardmaldini3 menulis, “Dia memenangkan semuanya, dan hasil hari ini tidak akan mengubah apa pun tentang jejaknya di dunia sepak bola. Sang GOAT (Greatest Of All Time).🐐🇦🇷⚽️.”
Ikuti Jurnal Indonesia
