Jurnal Indonesia — Perdana Menteri India Narendra Modi akan mengunjungi Indonesia pada 6–8 Juli 2026 dan dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto. Kunjungan resmi ini berlangsung singkat, hanya dua malam, dan mencakup kunjungan ke Jakarta serta Yogyakarta.
Informasi tersebut disampaikan oleh Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty. “Perdana Menteri Modi akan berada di sini. Kunjungan ini akan singkat, hanya untuk dua malam,” ujar Chakravorty dalam konferensi pers di Kedutaan Besar India di Jakarta.
Menurut rencana, Modi tiba di Jakarta pada malam 6 Juli. Pada 7 Juli, agenda kenegaraan dimulai dengan pertemuan bilateral antara Modi dan Presiden Prabowo, yang akan dilanjutkan dengan jamuan kenegaraan.
Usai pertemuan, Modi dijadwalkan menyampaikan pidato di hadapan peserta pertemuan. Pada malam harinya, ia juga akan berpidato di hadapan komunitas India yang berada di Indonesia.
Setelah kegiatan di Jakarta, Modi akan meneruskan kunjungannya ke Yogyakarta sebelum melanjutkan perjalanan ke Australia.
Pilar Kerja Sama yang Disorot
Chakravorty menyatakan kunjungan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan strategis India dengan mitra utama di kawasan Indo-Pasifik, termasuk Indonesia. Ia menegaskan kedua negara telah menjalin kemitraan strategis komprehensif yang berakar pada ikatan peradaban.
Dalam kunjungan kali ini, pria yang menjabat sebagai duta besar itu menyebut fokus perkuatan kerja sama berada pada sejumlah pilar utama.
- Pertahanan dan Keamanan — Mengingat India dan Indonesia sama-sama negara maritim yang berbagi kawasan perairan.
- Perdagangan dan Investasi — Kedua negara merupakan pelaku perdagangan besar.
- Ketahanan Pangan dan Energi — Termasuk pembahasan ketahanan pangan serta ketahanan energi.
- Hilirisasi dan Mineral Kritis — Kerja sama dalam pengembangan dan hilirisasi sumber daya mineral.
- Kesehatan dan Pendidikan — Peningkatan kapasitas di sektor kesehatan dan pendidikan.
“Secara keseluruhan, terdapat sekitar empat hingga lima pilar utama yang akan menjadi fokus kerja sama,” kata Chakravorty. Ia menambahkan tantangan ke depan adalah memastikan persahabatan itu semakin relevan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara.
Ikuti Jurnal Indonesia
