— JAKARTA – PT Nindya Karya memperkuat sinergi dan kemitraan dengan para mitra pemasok melalui Strategic Partnership Forum (SPF) 2026 yang diselenggarakan di Jakarta. Kegiatan tahunan ini menjadi wadah bagi perusahaan dan mitra pemasok untuk memperkuat kolaborasi, mengevaluasi pelaksanaan kerja sama, serta menyelaraskan langkah dalam mendukung kebutuhan proyek Nindya Karya.

Direktur Utama Nindya Karya, Firmansyah, menjelaskan bahwa mitra bisnis merupakan elemen krusial dalam mendukung keberlangsungan operasional dan pencapaian kinerja perusahaan. Hubungan kemitraan yang sehat, menurutnya, perlu dibangun melalui kolaborasi yang terbuka, profesional, dan berorientasi pada kinerja.

“Hubungan dengan mitra merupakan bagian penting dalam ekosistem bisnis Nindya Karya. Karena itu, diperlukan kolaborasi yang kuat, transparan, profesional, dan berorientasi pada kinerja agar setiap proyek dapat berjalan dengan baik dan memberikan hasil terbaik,” ujar Firmansyah dalam siaran pers, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini dihadiri oleh 60 perwakilan mitra bisnis. Forum ini menjadi momentum untuk mempererat komunikasi dan kolaborasi antara jajaran manajemen Nindya Karya dengan para mitra. Pada hari pertama, seluruh mitra hadir untuk melaksanakan diskusi interaktif. Sesi ini diawali dengan penjelasan mengenai perkembangan proyek, pengalaman, pembelajaran, serta hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menghadapi proyek-proyek mendatang, yang disampaikan oleh Project Director Divisi Gedung, Bayu Apriyadi.

Selanjutnya, pada sesi diskusi interaktif kedua, hadir Senior Vice President Divisi Supply Chain Management (SCM), Cut Raisa, dan Senior Vice President Divisi Keuangan, Arista Febri Eriyawan. Diskusi ini berfokus pada aspek rantai nilai dan keuangan, yang merupakan bagian penting dalam menjaga efektivitas serta keberlangsungan hubungan kerja sama antara Nindya Karya dan para mitra bisnis.

Sementara itu, pada hari kedua, Nindya Karya memperkenalkan aplikasi SISMAP (Sistem Manajemen QHSE Mitra Kerja Perorangan). Dilanjutkan dengan diskusi interaktif yang membahas pentingnya membangun proses kerja sama yang semakin terintegrasi, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan proyek, sekaligus menjaga mutu, tata kelola, dan kesehatan hubungan bisnis antara perusahaan dengan para mitra.

Materi pada hari kedua ini disampaikan oleh Project Director Divisi Gedung, Bayu Apriyadi; Project Director Divisi Infrastruktur 1, Djirzise Abdul Hakim; dan Senior Vice President Divisi QHSE, Dedikasi Firansyah. Berbeda dengan hari pertama, peserta pada hari kedua adalah para mandor proyek.

Dalam sambutannya, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Sri Haryanto, menyampaikan bahwa mandor memiliki peran yang sangat penting sebagai ujung tombak keberhasilan pelaksanaan suatu proyek. Ia menegaskan pentingnya kemitraan strategis ini.

“Menurut kami, mandor atau mitra kerja hadir sebagai mitra strategis yang bersama-sama dengan Nindya Karya dengan tujuan yang sama, yaitu menghasilkan pekerjaan terbaik, sehingga perlu untuk menjaga komitmen bersama dalam mengoptimalkan waktu, biaya dan produktivitas,” ucap Sri Haryanto.