— Minat masyarakat Indonesia terhadap investasi terus meningkat seiring kemudahan akses ke instrumen keuangan digital. Namun, di tengah pasar yang bergejolak, investor diingatkan untuk tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga memahami risiko dan memilih instrumen yang sesuai dengan tujuan keuangan.

Certified Financial Planner (CFP) Lolita Setyawati menekankan bahwa keputusan investasi sebaiknya diawali dengan kondisi keuangan yang sehat. Sebelum menanamkan modal, seseorang perlu memastikan memiliki arus kas yang baik, utang yang terkendali, serta dana darurat yang memadai.

“Idealnya dana darurat mencapai enam kali pengeluaran bulanan. Jika belum memungkinkan, minimal dua hingga tiga kali pengeluaran bulanan. Jangan gunakan dana darurat atau dana pinjaman untuk berinvestasi,” ujar Lolita dalam keterangannya, Jumat (17/7/2026).

Lolita menambahkan, investor juga harus memahami tujuan investasi sejak awal, apakah untuk dana pensiun, pendidikan anak, membeli rumah, atau sekadar menjaga nilai aset dari inflasi. Dengan mengetahui tujuan tersebut, investor akan lebih mudah menentukan profil risiko dan instrumen investasi yang tepat.

Selain itu, Lolita mengingatkan masyarakat agar hanya memilih produk investasi yang legal dan memiliki mekanisme pengelolaan yang jelas.

“Prinsipnya sederhana, yaitu legal dan logis. Investor harus memahami ke mana dana ditempatkan, bagaimana dikelola, dan dari mana potensi imbal hasil berasal. Jangan hanya tergiur return tinggi,” katanya.

Ia juga menepis anggapan bahwa investasi harus dimulai dengan modal besar. Menurutnya, yang terpenting adalah memulai sedini mungkin dengan nominal yang sesuai kemampuan dan dilakukan secara konsisten agar manfaat compounding dapat bekerja dalam jangka panjang.

Pendekatan Investasi yang Tepat

Lolita menegaskan, investasi yang baik bukanlah yang menawarkan keuntungan paling tinggi dalam waktu singkat, melainkan investasi yang sesuai dengan tujuan keuangan, kemampuan finansial, dan profil risiko masing-masing investor. Dengan pendekatan tersebut, peluang mencapai target keuangan jangka panjang akan semakin besar.

Di sisi lain, Chief Funding Officer Amartha Julie Fauzie mengatakan, investor kini mulai mempertimbangkan nilai tambah dari investasi yang dipilih. Tidak hanya mengejar keuntungan finansial, sebagian investor juga ingin mengetahui bagaimana dana mereka memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Investasi yang disalurkan ke sektor riil, seperti pembiayaan produktif UMKM, dapat menjadi alternatif karena selain berpotensi memberikan imbal hasil, juga mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif,” ujarnya.

Lima Tips Investasi Bijak

  • Pastikan keuangan sehat, termasuk memiliki dana darurat dan tidak menggunakan dana pinjaman untuk investasi.
  • Kenali tujuan investasi dan profil risiko sebelum memilih instrumen.
  • Pilih produk yang legal dan logis, serta pahami sumber potensi imbal hasilnya.
  • Mulai dari nominal kecil, tetapi konsisten agar investasi berkembang dalam jangka panjang.
  • Perhatikan dampak investasi, termasuk apakah dana yang diinvestasikan turut mendukung sektor produktif dan perekonomian.