— New York – Gelandang Argentina, Leandro Paredes, tidak mendapatkan hukuman kartu tambahan setelah terlibat dalam keributan yang terjadi usai final Piala Dunia 2026. Laporan pertandingan resmi menegaskan bahwa tidak ada kartu yang dikeluarkan untuk Paredes terkait insiden tersebut.

Dalam pertandingan final yang berlangsung di New York New Jersey Stadium, AS, Argentina harus mengakui keunggulan Spanyol dengan skor 0-1. Gol tunggal Ferran Torres di babak perpanjangan waktu memastikan Spanyol merengkuh gelar juara.

Pertandingan tersebut diwarnai dengan permainan keras dari kedua tim. Skuad Argentina sendiri tercatat menerima lima kartu kuning dan satu kartu merah. Kartu merah dikeluarkan untuk Enzo Fernandez setelah menerima kartu kuning kedua akibat pelanggaran terhadap Pau Cubarsi.

Selain Enzo, Leandro Paredes juga menunjukkan permainan agresif di lini tengah. Meskipun sempat melakukan pelanggaran berbahaya dan menerima kartu kuning pada menit ke-52, Paredes berhasil terhindar dari kartu merah.

Insiden keributan usai laga semakin menambah panas situasi. Paredes terlibat dalam konfrontasi dengan Eric Garcia dan Gavi dari Spanyol. Ia terlihat mencekik Garcia, dan bahkan membanting Gavi saat berusaha melerai.

Meskipun demikian, Paredes tidak diganjar kartu merah atas tindakannya tersebut. BBC melaporkan bahwa wasit tidak menambahkan kartu apa pun untuk Paredes dalam laporan pertandingan final.

Namun, keterlibatan Paredes dalam insiden ini tidak sepenuhnya tanpa konsekuensi. FIFA masih memiliki kemungkinan untuk melakukan investigasi lebih lanjut terkait kejadian tersebut.

Selain Paredes, beberapa anggota tim Argentina lainnya, termasuk bek Nahuel Molina, pemain pengganti Thiago Almada, dan asisten pelatih Roberto Ayala, juga dilaporkan terlibat dalam keributan pasca-pertandingan. Sanksi dapat dijatuhkan kepada mereka apabila terbukti bersalah dalam investigasi FIFA.

Sebelumnya, FIFA juga telah melakukan investigasi terhadap Argentina terkait spanduk bertuliskan Malvinas yang dibawa saat laga semifinal melawan Inggris. Tindakan tersebut dianggap membawa pesan politik yang dilarang dalam aturan Piala Dunia Pasal 34.3, yang melarang pemain menampilkan pesan atau slogan politik sebelum, selama, atau setelah pertandingan.