— JAKARTA – PDI Perjuangan menanggapi rencana mundurnya Perry Warjiyo dari posisi Gubernur Bank Indonesia (BI). Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menekankan bahwa sosok pengganti Perry harus memiliki pemahaman mendalam mengenai stabilisasi moneter.

Menurut Hasto, calon pengganti Perry akan melalui proses seleksi ketat di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melalui uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test. Ia berharap terpilih sosok yang mampu mengendalikan inflasi, menjaga nilai tukar rupiah, dan menstabilkan harga barang di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Hasto juga menyoroti respons negatif pasar terhadap kabar mundurnya Perry Warjiyo. Ia menilai hal ini menjadi perhatian penting bagi pemerintah, khususnya DPR RI. “Kalau kita melihat reaksi pasar, ternyata mundurnya Gubernur Bank Indonesia itu kan direspons negatif. Ketidakpastian dianggap makin tinggi, kemudian pasar juga bereaksi negatif. Ini adalah instrumen yang harus diperhatikan oleh pemerintah, termasuk oleh DPR RI,” ujar Hasto.

PDI Perjuangan mendorong pemerintah untuk segera merespons dampak negatif tersebut guna memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap pembangunan ekonomi dan politik. Hasto berharap tercipta sinergi antara pembangunan ekonomi dan politik yang didukung supremasi hukum yang adil, sehingga menciptakan lingkungan usaha yang stabil dan mengurangi ketidakpastian.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto akan menindaklanjuti surat pengunduran diri Perry Warjiyo dengan menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) pemberhentian secara hormat. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan bahwa Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti akan secara otomatis menggantikan Perry sebagai Penjabat (Pj.) Gubernur BI sementara, melanjutkan seluruh tugas yang ada sesuai Undang-Undang Bank Indonesia.