— Pertumbuhan jumlah investor dan semakin populernya aktivitas trading di kalangan masyarakat Indonesia belum dibarengi dengan pemahaman yang memadai mengenai manajemen risiko. Banyak individu telah mengenal konsep trading, namun masih menunjukkan kelemahan dalam membaca struktur pasar dan menjalankan strategi secara konsisten.

Kondisi ini menjadi perhatian Ranto Siagian, yang akrab disapa Bang RAN, pendiri Ran Trade. Menurutnya, tantangan utama dalam edukasi keuangan saat ini bukan hanya sebatas memperkenalkan instrumen investasi, melainkan lebih kepada membantu masyarakat dalam mengambil keputusan di pasar secara terukur.

“Di lapangan, saya menemukan banyak orang sudah mengenal trading, tetapi masih lemah dalam memahami manajemen risiko, membaca struktur pasar, dan menjalankan strategi secara konsisten,” ujar Bang RAN dalam keterangan persnya pada Selasa (8/9/2026).

Data menunjukkan bahwa jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 26.486.735 Single Investor Identification (SID) per 30 April 2026. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 30,17% dibandingkan akhir tahun 2025. Berdasarkan data per Desember 2025, sebanyak 54,23% investor berusia di bawah 30 tahun.

Di tengah pertumbuhan investor yang pesat ini, isu risiko investasi masih menjadi persoalan yang signifikan. Kerugian masyarakat akibat investasi ilegal tercatat mencapai Rp142,22 triliun sepanjang periode 2017 hingga kuartal III-2025. Hingga 12 November 2025, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menghentikan sebanyak 14.005 entitas keuangan ilegal, termasuk 1.882 kasus investasi ilegal.

Bagi Bang RAN, manajemen risiko seharusnya tidak ditempatkan sebagai catatan kaki dalam proses pembelajaran trading. Dalam sebuah seminar yang digelar di Surabaya pada bulan Juli lalu, pengelolaan risiko justru menjadi bagian integral dari tahapan pengambilan keputusan melalui Metode BRG.

“Yang membedakan Metode BRG adalah pendekatannya yang terstruktur, mulai dari membaca arah pasar, menentukan area entry, hingga mengatur risiko sebelum mengambil posisi,” jelasnya.

Fokus Edukasi Trading

Bang RAN menekankan bahwa ia tidak pernah menjanjikan tingkat keberhasilan tertentu atau profit tetap kepada para peserta seminarnya. Menurutnya, hasil dari aktivitas trading sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi pasar, kedisiplinan individu, aspek psikologi, serta kemampuan masing-masing orang dalam mengelola risiko.

“Saya tidak pernah menjanjikan tingkat keberhasilan atau profit tetap. Metode ini adalah panduan untuk membuat keputusan lebih terukur, bukan jaminan pasti untung,” tegasnya.

Ran Trade didirikan oleh Bang RAN pada 1 Juli 2024. Ia secara sengaja memilih untuk mempertahankan format seminar tatap muka, meskipun kelas daring menawarkan kepraktisan yang lebih tinggi.

“Kelas online memang lebih praktis, tapi lewat seminar tatap muka saya bisa melihat langsung apakah peserta benar-benar memahami materi dan kesulitan yang mereka alami,” ungkapnya.

Saat ini, Ran Trade memiliki 2.783 anggota aktif, yang terdiri dari anggota berbayar serta partisipan grup Telegram yang bersifat terbuka dan tertutup. Sementara itu, jumlah pengikut akumulatif di berbagai platform seperti Telegram, Instagram, YouTube, dan situs Ran Trade Academy mencapai 87.570 akun. Angka ini merupakan akumulasi lintas platform dan tidak mencerminkan jumlah pengguna unik.