Jurnal Indonesia — Kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, masih berlangsung hari ini pada hari keenam sejak mulai terbakar pada 30 Juni. Pemadaman terus dilakukan melalui jalur darat dan udara meski sejumlah bagian api sudah bisa dikendalikan.
Data awal menyebutkan total 231 jiwa mengungsi akibat asap dan api. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, melaporkan angka pengungsi menjadi 232 jiwa yang menempati Balai Desa Tanjakan Mekar untuk menghindari dampak asap pekat kebakaran.
Situasi Kebakaran dan Upaya Pemadaman
Abdul Muhari mengatakan dari luas area yang terbakar, sekitar 40% telah padam sementara 60% masih dalam upaya pemadaman. Pemerintah daerah telah menetapkan status tanggap darurat bencana kebakaran sejak 1 hingga 14 Juli.
“232 jiwa mengungsi ke Balai Desa Tanjakan Mekar untuk menghindari dampak buruk asap pekat kebakaran,” kata Abdul Muhari kepada wartawan, Minggu (5/7/2026).
Rincian Pengungsi
- Anak-anak: 60
- Lansia: 7
- Ibu hamil: 1
- Dewasa: 137
- Balita: 26
- Difabel: 1
Luasan TPA dan Laporan di Lokasi
TPA Jatiwaringin memiliki luas sekitar 33 hektare. Deputi Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup, Rizal Irawan, ketika melakukan pemaparan kepada Wakil Menteri Lingkungan Hidup pada Sabtu (4/7) menjelaskan bahwa sampai pengamatan malam 3 Juli, luas yang terbakar diperkirakan mencapai 15 hektare.
“Mohon izin, Pak Wamen, saya jelaskan kondisi terakhir terkait objek pemantauan, yaitu TPA Jatiwaringin, lokasinya di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. Luas TPA ini kurang lebih 33 hektare,” ujar Rizal Irawan di lokasi, Sabtu (4/7/2026).
Rizal menambahkan bahwa berdasarkan pemantauan hingga malam sebelumnya, api telah menghanguskan hampir setengah dari total luas TPA. Upaya pemadaman masih difokuskan pada sekitar 60% area yang belum padam meski keadaan kini dinilai sudah lebih terkendali.
Kunjungan Pejabat
Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Faisal Malik Hendropriyono, meninjau lokasi kebakaran pada Sabtu (4/7) siang. Dalam kunjungan tersebut, tim dari kementerian memaparkan perkembangan titik api dan kondisi di lapangan kepada Wamen.
Ikuti Jurnal Indonesia
