Jurnal Indonesia — Tim gabungan masih berupaya memadamkan kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Pada hari kelima, area terdampak semakin meluas sementara warga masih berkumpul di sekitar lokasi kejadian.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang dan tim gabungan menemukan penyalaan api di beberapa titik tumpukan sampah. Petugas terus melakukan upaya pemadaman meski kondisi di lapangan menantang.
Upaya Pemadaman Dari Darat dan Udara
Hingga kini, 19 unit mobil pemadam dan sekitar 100 personel dikerahkan ke lokasi. Pemadaman dilakukan dengan unit mobil pemadam, pompa alkon, serta penyiraman langsung ke titik api.
Selain itu, dua unit helikopter BNPB digunakan untuk water bombing. Tim Manggala Agni juga dikerahkan untuk menangani area yang sulit dijangkau, sementara petugas lapangan mengarahkan selang bertekanan tinggi ke sejumlah titik asap.
Peninjauan Wakil Menteri
Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Faisal Malik Hendropriyono, melakukan peninjauan ke lokasi pada Sabtu siang. Ia didampingi oleh sejumlah pejabat, termasuk Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH Rasio Ridho Sani serta Deputi Gakkum KLH Rizal Irawan.
Dalam peninjauan tersebut, Diaz memantau gunungan sampah yang masih mengeluarkan asap pekat meski kobaran api permukaan mulai berkurang.
Tantangan Penanganan Kebakaran
Deputi Gakkum KLH Rizal Irawan menyampaikan bahwa luas TPA sekitar 33 hektare. Dari luas itu, kebakaran awalnya 3 hektare namun pada 3 Juli malam estimasinya telah mencapai 15 hektare.
Berdasarkan analisis video drone thermal, tim mendeteksi ratusan titik panas tersebar di berbagai tumpukan sampah. Sebaran titik panas dan kedekatan TPA dengan permukiman memperumit proses pemadaman, yang sangat bergantung pada arah angin.
Rizal juga menjelaskan tantangan topografi tumpukan sampah yang mencapai ketinggian 20–30 meter. Kondisi ini memungkinkan api tersimpan jauh di dalam tumpukan sehingga permukaan tampak padam sementara titik panas tetap ada.
Selain itu, kandungan gas metana di dalam TPA meningkatkan risiko ledakan dan membuat kebakaran sampah dinilai lebih berbahaya dibandingkan kebakaran lahan gambut yang umumnya lebih dangkal.
Status Tanggap Darurat
Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menetapkan status tanggap darurat untuk mempercepat penanganan kebakaran di TPA Jatiwaringin. Petugas gabungan masih terus berjaga dan melanjutkan upaya pemadaman di lapangan.
Ikuti Jurnal Indonesia
