Jurnal Indonesia — Jakarta — Pemerintah India meminta WhatsApp menunda peluncuran fitur username karena kekhawatiran fitur itu dapat dimanfaatkan untuk kejahatan siber. Otoritas setempat memprotes karena username dianggap memungkinkan penjahat menghubungi calon korban tanpa mengungkap nomor telepon.
Dalam pernyataannya, Kementerian Elektronik dan Teknologi Informasi India menyatakan fitur username berpotensi meningkatkan risiko penipuan online, phishing, dan peniruan identitas. Mereka juga menyoroti kemungkinan pemalsuan identitas terhadap individu, otoritas pemerintah, institusi keuangan, dan lembaga publik melalui penggunaan nama pengguna yang mirip.
Pemerintah meminta penundaan peluncuran sampai konsultasi selesai dan menuntut penjelasan rinci dalam waktu tiga hari.
Respons WhatsApp
WhatsApp merespons dengan menyatakan bahwa fitur username saat ini belum diluncurkan. Menurut perusahaan, fitur yang memungkinkan pengguna menghubungi orang lain tanpa membagikan nomor telepon baru akan dirilis pada akhir tahun ini, sedangkan saat ini pengguna hanya dapat melakukan reservasi username.
WhatsApp menegaskan masih ada kewajiban memiliki nomor telepon untuk membuat akun. Perusahaan juga menyebut sudah mengembangkan beberapa pengamanan sebagai lapisan pertahanan terhadap penipuan.
“Untuk melindungi dari peniruan identitas, kami telah menahan nama-nama orang terkenal – seperti tokoh publik, entitas pemerintah, selebriti, akun Meta terverifikasi – sehingga hanya dapat diklaim oleh pemilik sahnya dan turunan nama-nama terkenal yang mirip juga ditahan,” kata juru bicara WhatsApp.
Fitur Perlindungan dan Batasan
Menurut penjelasan WhatsApp, orang lain harus mengetahui username pengguna secara presisi sebelum dapat menghubungi mereka. Perusahaan akan memberlakukan batasan jumlah orang baru yang dapat dihubungi oleh sebuah akun serta memblokir upaya menebak username secara berulang.
WhatsApp juga menyatakan akan menggunakan sistem otomatis untuk menandai peniruan identitas dan aktivitas mencurigakan lainnya.
Selain itu, pengguna yang dihubungi melalui username untuk pertama kali akan menerima konteks tambahan, seperti apakah pengirim adalah akun baru, sudah ada di kontak, berada di grup yang sama, atau mengirim pesan dari negara lain. Informasi ini disampaikan untuk membantu pengguna memutuskan apakah akan membalas pesan tersebut.
WhatsApp menegaskan fitur username bersifat opsional. Perusahaan juga menyediakan opsi kunci username sehingga hanya orang yang mengetahui username dan kunci empat digit yang dapat menghubungi pengguna.
Ikuti Jurnal Indonesia
