Jurnal Indonesia — Kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, masih belum padam setelah berlangsung sejak 30 Juni. Pemerintah berencana melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan pada Minggu (5/7) untuk mempercepat pemadaman.
Pelaksanaan OMC menunggu ketersediaan awan hujan sesuai perkiraan BMKG. Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Faisal Malik Hendropriyono, mengatakan pihaknya sudah melakukan berbagai upaya darat dan udara, termasuk water bombing.
Kondisi Lapangan dan Penyebab Kesulitan
“Kita sudah mencoba beberapa hal, jadi ada yang water bombing dan OMC (Operasi Modifikasi Cuaca) nanti akan dilakukan. Tetapi OMC ini kan nunggu awan. Nah, awannya ini belum ada,” kata Diaz saat meninjau lokasi kebakaran, Sabtu (4/7/2026).
Berdasarkan penjelasan Deputi Bidang Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup, Rizal Irawan, luas area yang terbakar membesar. Dari luas TPA 33 hektar, kebakaran awalnya dilaporkan 3 hektar dan kini mencapai sekitar 15 hektar.
Rizal menyampaikan kebakaran ini terjadi sejak 30 Juni sehingga pada Sabtu itu sudah memasuki hari kelima. Pemerintah daerah telah menetapkan status tanggap darurat melalui surat keputusan bupati.
Menurut Rizal, upaya pemadaman di TPA ini lebih rumit dibandingkan kebakaran lahan gambut. Faktor yang menyulitkan adalah kedalaman tumpukan sampah yang mencapai 20–30 meter dan adanya kandungan gas metana.
“Ini kita anggap lebih rawan dibandingkan gambut. Gambut kedalamannya hanya 4-5 meter, ini bisa 20-30 meter. Kedua, di sini ada metana, sehingga potensi ledakan gas sangat tinggi. Petugas harus betul-betul sangat hati-hati,” jelas Rizal.
Ketergantungan Pada Kondisi Cuaca
Rizal menegaskan keberhasilan OMC sangat bergantung pada kondisi alam. Hingga Sabtu, cuaca di lokasi terpantau cerah sehingga penyemaian awan belum memungkinkan.
Namun setelah koordinasi dengan BMKG, potensi munculnya awan hujan diperkirakan mulai muncul pada Minggu (5/7). “Jadi kemungkinan dari BMKG tadi bahwa besok akan ada hujan tipis-tipis, sehingga dimungkinkan untuk melakukan OMC besok. Besok kita akan melakukan (bersama) BNPB,” kata Diaz.
Ikuti Jurnal Indonesia
