Jurnal Indonesia — Penggerebekan terhadap bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kalimantan Tengah, berujung bentrokan antara aparat dan pelaku. Insiden terjadi dini hari pada Rabu, 1 Juli, dan menewaskan satu anggota polisi serta membuat dua personel lainnya dilaporkan hilang.
Operasi itu dilakukan oleh 12 personel Satresnarkoba Polres Katingan dipimpin oleh Kasatresnarkoba AKP Affan Effendi. Tim dikerahkan untuk menyelidiki dugaan peredaran sabu di desa tersebut.
Rangkaian Peristiwa Saat Penggerebekan
Tim dibagi menjadi dua kelompok: Tim 1 mendatangi rumah target operasi, sedangkan Tim 2 standby di dekat sebuah sekolah menengah pertama tak jauh dari lokasi. Saat petugas memperkenalkan diri dan melakukan penangkapan terhadap target, seorang laki-laki tiba-tiba menyerang dengan parang namun dapat dilumpuhkan.
Beberapa saat kemudian, muncul dua orang lain yang juga membawa parang dan menyerang arah Kasat Narkoba AKP Affan. Aiptu Sumaryanto sempat melepaskan tembakan peringatan, namun pelaku tidak berhenti sehingga petugas kembali melepaskan tembakan.
Kerumunan Dan Hilangnya Dua Anggota
Keluarga terduga pelaku disebut memprovokasi warga sehingga situasi meningkat menjadi perlawanan terhadap aparat. Dalam bentrokan tersebut, Aipda Yudhie dilaporkan meninggal dunia.
Selain korban jiwa, dua anggota polisi yakni Bripda Nopandri dan Aipda Sumaryanto dilaporkan hilang sejak kejadian. Identitas dan status terkini keduanya masih dalam pencarian.
Konfirmasi Polda
Direktur Narkoba Polda Kalimantan Tengah, Kombes Slamet Ady, membenarkan insiden tersebut dan menyatakan pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku. “Benar informasi tersebut dan kami masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku,” kata Kombes Slamet pada Kamis, 2 Juli 2026.
Kombes Slamet juga mengonfirmasi nama dua anggota yang dilaporkan hilang, yakni Nopan (Bripka Nopandri) dan Sumaryanto (Aipda Sumaryanto).
Ikuti Jurnal Indonesia
