Jurnal Indonesia — PepsiCo Indonesia mengambil langkah strategis untuk memperkuat rantai pasok bahan baku domestik dengan fokus pada pengembangan kentang industri. Inisiatif ini dijalankan melalui kemitraan dengan para petani di Kabupaten Garut, Jawa Barat, di mana hasil panen kentang berkualitas akan menjadi komponen utama dalam produksi keripik kentang merek Lay’s di fasilitas pabrik PepsiCo Indonesia yang berlokasi di Cikarang.
Acara panen kentang industri yang diselenggarakan pada 8 September 2026 ini merupakan bagian integral dari ekosistem pengembangan pertanian kentang industri yang telah dirintis oleh PepsiCo Indonesia di wilayah Jawa Barat sejak tahun 2024. Program ini mencakup berbagai aspek pendampingan intensif kepada para petani, mulai dari peningkatan kapasitas teknis hingga transfer pengetahuan mengenai praktik pertanian yang tidak hanya lebih produktif tetapi juga berkelanjutan.
Director of Supply Chain PepsiCo Indonesia, Ayok Nugroho, menjelaskan bahwa hasil panen dari program pengembangan ini akan langsung diproses menjadi keripik kentang Lay’s. “Melalui program pengembangan petani kentang industri ini, PepsiCo Indonesia berharap dapat menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi petani lokal dan masyarakat sekitar,” ujar Ayok dalam keterangan pers yang diterima pada Rabu (9/9/2026). Ia menambahkan bahwa program ini juga dirancang untuk secara signifikan meningkatkan produktivitas para petani kentang industri di Jawa Barat.
Pengembangan kentang industri ini merupakan bagian dari program Agriculture Development PepsiCo Indonesia yang lebih luas, yang telah menjangkau berbagai wilayah strategis di Jawa Barat, termasuk Lembang, Cisarua, dan Garut. Salah satu program pemberdayaan petani yang menjadi sorotan adalah Lay’s GrowerConnect, yang telah berhasil memberikan pelatihan dan pendampingan komprehensif kepada lebih dari 200 petani lokal.
Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Dedi, mengapresiasi peran PepsiCo dalam membantu petani. “PepsiCo telah menghadirkan pembinaan dan edukasi bagi petani agar hasil pertanian dapat optimal sesuai harapan industri. Kami merasa sangat terbantu dengan kehadiran PepsiCo,” ungkap Dedi, menekankan bagaimana kehadiran perusahaan membantu petani dalam memenuhi standar industri.
Upaya peningkatan kapasitas petani juga difasilitasi melalui transfer pengetahuan lintas negara. Pada tahun 2025, PepsiCo Indonesia memfasilitasi kunjungan studi bagi enam perwakilan aggregator dan petani binaan dari Jawa Barat ke fasilitas pertanian kentang PepsiCo di Chiang Mai, Thailand, guna bertukar wawasan dan praktik terbaik dalam budidaya kentang industri.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.