— Kesehatan pencernaan pada anak memegang peranan krusial yang secara langsung memengaruhi perkembangan kecerdasan otak. Asupan serat yang tercukupi menjadi salah satu kunci utama dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan anak.

Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, Medical and Scientific Affairs Director Danone Indonesia, menjelaskan bahwa perkembangan kognitif anak harus dilihat secara menyeluruh. “Nutrisi yang tepat, kesehatan saluran cerna yang baik, dan stimulasi yang sesuai merupakan bagian dari fondasi yang saling mendukung untuk membantu anak lebih siap belajar, bereksplorasi, dan mengembangkan berbagai kemampuan kognitifnya,” ujar Dr. Ray dalam sebuah talkshow di Ideafest 2026.

Sistem pencernaan merupakan organ vital yang berfungsi sebagai pintu masuk nutrisi bagi tubuh dan berperan penting dalam metabolisme serta perkembangan berbagai fungsi tubuh lainnya. “Kalau kita pikirkan, sistem pencernaan adalah satu-satunya tools yang menjadi pintu masuk nutrisi bagi tubuh dan digunakan oleh setiap individu sepanjang hidupnya. Jadi, kalau kita mengurutkan berdasarkan usia, organ mana yang harus pertama kali kita jaga, saya akan mengatakan: sistem pencernaan harus menjadi salah satu prioritas utama,” tegas Dr. Ray.

Gangguan pada sistem pencernaan dapat berdampak luas pada aspek kesehatan tubuh. Data Ikatan Dokter Anak Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 6 dari 10 pasien yang datang ke dokter anak memiliki keluhan terkait gangguan sistem pencernaan. “Enam dari sepuluh. Itu angka yang cukup besar,” ungkapnya.

Dr. Ray menambahkan, ketika anak mengalami gangguan pencernaan seperti kolik, konstipasi, atau menangis terus-menerus, orang tua seringkali ikut merasakan stres. Sistem pencernaan yang merupakan ekosistem kompleks dihuni oleh triliunan bakteri baik yang berperan penting dalam tumbuh kembang anak. “Jadi, yuk, kita jaga rumah itu. Kita jaga rumah si kecil, yaitu sistem pencernaannya,” ajaknya.

Prebiotik dan Serat Pangan untuk Kesehatan Pencernaan

Menjaga kesehatan pencernaan dapat dilakukan dengan memberikan nutrisi yang dibutuhkan oleh sistem pencernaan, salah satunya melalui pemenuhan gut health. Asupan yang mengandung triple prebiotics—FOS, GOS, dan inulin—dapat mendukung pertumbuhan bakteri baik dalam sistem pencernaan.

“Asupan nutrisi yang mengandung prebiotik dan serat pangan, seperti FOS, GOS, dan Inulin dapat mendukung kesehatan saluran cerna dan microbial diversity. Kesehatan saluran cerna yang baik membantu mendukung penyerapan nutrisi, sehingga tubuh si Kecil dapat memperoleh nutrisi yang dibutuhkan untuk mendukung proses belajar dan perkembangannya. Untuk itu, menjaga gut health juga menjadi bagian penting dari upaya orang tua dalam membangun kesiapan biologis anak agar lebih siap belajar dan menerima stimulasi,” jelas Dr. Ray.

Bakteri baik bekerja secara koloni dan membutuhkan asupan serat yang tepat untuk tumbuh optimal. Serat ini harus mampu mencapai usus besar, tempat sebagian besar bakteri baik berada, tanpa mudah rusak oleh asam lambung atau terdegradasi di usus halus. Kombinasi triple prebiotics, yaitu FOS, GOS, dan inulin, dirancang khusus untuk mendukung pertumbuhan bakteri baik di dalam sistem pencernaan.

Komunikasi Dua Arah Antara Pencernaan dan Otak

Proses fermentasi oleh bakteri baik dalam usus menghasilkan berbagai metabolit yang berperan dalam komunikasi antara sistem pencernaan dan otak. Fenomena ini dikenal sebagai cross-talk atau komunikasi dua arah antara gut dan brain.

“Jadi, ada cross-talk atau komunikasi dua arah antara gut dan brain. Ini yang kemudian menjadi salah satu alasan mengapa menjaga kesehatan sistem pencernaan juga penting untuk mendukung tumbuh kembang anak secara keseluruhan,” tegas Dr. Ray.

Untuk anak di atas satu tahun, makanan utama sebaiknya berasal dari makanan keluarga yang dikonsumsi bersama. Dari makanan seperti sayuran dan buah-buahan, anak dapat memperoleh serat. Namun, penelitian menunjukkan bahwa asupan serat dari makanan keluarga saja masih bisa menimbulkan kesenjangan nutrisi harian pada anak toddler.

Kesenjangan nutrisi ini dapat dibantu dengan susu pertumbuhan yang terfortifikasi sesuai kebutuhan anak. Susu pertumbuhan yang difortifikasi dengan triple prebiotics (FOS, GOS, dan inulin) dapat membantu menjaga ekosistem sistem pencernaan agar tetap baik.

“Dan yang tidak kalah penting, kita juga semakin memahami adanya komunikasi dua arah antara sistem pencernaan dan otak, yang sering disebut gut-brain axis. Ketika kesehatan pencernaan terjaga, kita membantu mendukung kondisi tubuh dan perkembangan si kecil secara keseluruhan, termasuk kecerdasan otaknya,” tutup Dr. Ray.