— Industri perbankan nasional memasuki era persaingan baru. Fokus yang sebelumnya tertuju pada inovasi produk dan layanan transaksi digital kini bergeser pada upaya membangun keterikatan nasabah atau customer engagement serta mempertahankan loyalitas melalui ekosistem digital.

Analis Sinarmas Sekuritas, Yosua Zisokhi, menjelaskan bahwa perubahan perilaku masyarakat yang kian bergantung pada transaksi digital membuat bank tidak bisa lagi hanya menyediakan kanal pembayaran. Industri perbankan dituntut untuk mampu menyajikan pengalaman bertransaksi yang memberikan nilai tambah bagi nasabah.

“Persaingan saat ini sudah bergeser dari sekadar menyediakan layanan transaksi menjadi bagaimana bank mampu menjadi bagian dari aktivitas harian nasabah melalui berbagai manfaat tambahan yang relevan,” ujar Yosua dalam keterangan tertulis, Rabu (17/7/2026).

Yosua menambahkan, kolaborasi dengan platform digital yang telah memiliki basis pengguna besar menjadi salah satu strategi yang kian banyak diadopsi oleh perbankan. Pendekatan ini dinilai lebih efisien ketimbang membangun ekosistem sendiri dari nol, sekaligus dapat memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat.

Ia memaparkan, semakin tinggi intensitas interaksi nasabah melalui aplikasi perbankan, semakin besar pula peluang bank untuk meningkatkan pemanfaatan produk dan layanan lainnya. Hal ini pada akhirnya dapat mendukung pertumbuhan pendapatan berbasis komisi atau fee-based income, yang merupakan salah satu fokus industri di tengah tekanan margin bunga.

“Program seperti ini memang bukan faktor yang langsung mengerek pendapatan dalam waktu singkat. Namun dalam jangka menengah, peningkatan aktivitas transaksi digital berpotensi mendukung pertumbuhan fee-based income sekaligus memperkuat loyalitas nasabah,” jelasnya.

Ke depan, Yosua memprediksi persaingan tidak lagi didominasi oleh strategi harga atau promosi produk semata. “Sebaliknya, kemampuan bank membangun ekosistem digital yang terintegrasi dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat akan menjadi salah satu faktor pembeda dalam memenangkan pasar,” katanya.

Sejalan dengan tren tersebut, PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (SDRA) meluncurkan program GrabGifts BWS sebagai upaya memperkuat layanan digitalnya. Melalui program ini, nasabah berkesempatan memperoleh voucher digital GrabGifts dengan meningkatkan aktivitas transaksi menggunakan layanan digital BWS.

Aktivitas yang dimaksud meliputi pembayaran melalui QRIS maupun top up dompet elektronik melalui aplikasi BWS Mobile, sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Semakin sering nasabah bertransaksi, semakin besar peluang mereka memperoleh voucher digital yang dapat digunakan untuk berbagai layanan dalam ekosistem Grab.

Strategi ini mencerminkan arah transformasi industri perbankan yang semakin menekankan penciptaan pengalaman nasabah melalui kolaborasi lintas platform digital. Dengan meningkatnya penggunaan pembayaran non-tunai dalam aktivitas sehari-hari, inovasi semacam ini diperkirakan akan semakin banyak diadopsi oleh pelaku industri untuk memperkuat daya saing sekaligus mendorong pertumbuhan transaksi digital.