— PT Krakatau Steel (KRAS) Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada tahun 2026, yang menjadi momentum penting dalam melanjutkan agenda transformasi dan restrukturisasi perusahaan. Berbagai capaian kinerja yang positif menunjukkan fundamental perusahaan yang semakin kuat dan memasuki fase pertumbuhan yang berkelanjutan.

Dalam RUPSLB tersebut, ditetapkan susunan pengurus baru perseroan. Untuk jajaran Dewan Komisaris, posisi Komisaris Utama dijabat oleh Hendro Martowardojo. Ia didampingi oleh Komisaris Independen David Pajung dan Didik Hariyanto, serta Komisaris Setia Diarta dan Adityo Haryo Bimo.

Sementara itu, untuk jajaran Direksi, perseroan menunjuk Willgo Zainar sebagai Direktur Utama menggantikan Akbar Djohan. Posisi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko diisi oleh Thomas Christian. Hernowo dipercaya menjabat sebagai Direktur Komersial, Pengembangan Usaha, dan Portofolio, sementara Suryantoro Waluyo menduduki posisi Direktur SDM. Sidik Darusulistyo akan memegang amanah sebagai Direktur Infrastruktur dan Operasi.

“Dengan komposisi direksi yang semakin solid dan berpengalaman, perseroan optimistis mampu melanjutkan transformasi, meningkatkan kinerja operasional, serta memperkuat daya saing perusahaan secara berkelanjutan,” tulis manajemen KRAS dalam keterangan resmi yang dirilis pada Senin (7/9/2026).

Kinerja positif KRAS sepanjang semester I-2026 didukung oleh kelancaran pasokan bahan baku, peningkatan utilisasi produksi, dan perbaikan efisiensi struktur pendanaan. Dukungan pendanaan modal kerja dari Danantara menjadi faktor kunci dalam pencapaian tersebut.

Volume penjualan baja KRAS pada periode tersebut mencapai 614,26 ribu ton, menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 30,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini menegaskan kembali peran aktif perseroan dalam memenuhi kebutuhan baja nasional.

Dari sisi finansial, perseroan mencatatkan pendapatan sebesar US$622,7 juta atau setara dengan Rp11,15 triliun. Secara operasional, laba bruto yang berhasil dicatatkan mencapai US$67,9 juta, angka ini meningkat dua kali lipat dibandingkan periode tahun sebelumnya, mencerminkan perbaikan dan efisiensi yang telah dilakukan perseroan.

Selain kinerja operasional, perseroan juga membukukan dampak dari berbagai pos non-operasional. Hal ini mencakup laba atas penyelesaian kewajiban dipercepat dengan keringanan atas utang restrukturisasi, pendapatan atas divestasi entitas asosiasi, bagian rugi dari entitas asosiasi, beban keuangan, laba selisih kurs, serta pos-pos non-operasional lainnya.

“Perseroan berhasil membukukan laba periode berjalan sebesar US$10,9 juta. Ini menggambarkan perbaikan fundamental perseroan telah berada dijalur yang sesuai dan dengan semangat KRAS Reborn,” tutup manajemen KRAS.