Jurnal Indonesia — JAKARTA – Menteri Dalam Negeri RI Muhammad Tito Karnavian mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja ke Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng). Kunjungan ini dilakukan setelah peninjauan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) dan bertujuan untuk memperkuat upaya penanggulangan bencana tersebut di Kalteng.
Setibanya di Palangka Raya, Presiden Prabowo langsung memimpin rapat koordinasi di Posko Aju Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan Kalteng yang berlokasi di kawasan Bandara Tjilik Riwut. Rapat ini dihadiri oleh jajaran terkait dari pemerintah daerah dan pusat.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalteng, Ahmad Toyib, memaparkan data terkini mengenai karhutla. Sepanjang periode 1 Januari hingga 22 Agustus 2026, tercatat sebanyak 19.992 titik panas atau hotspot di wilayah Kalteng. Angka ini berasal dari laporan harian 14 kabupaten/kota yang dihimpun di Pusdalops Satgas Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah.
Lebih lanjut, Ahmad Toyib melaporkan bahwa terdapat 1.639 kejadian karhutla dengan luas lahan yang terdampak mencapai 4.499,21 hektare. Data ini menunjukkan skala permasalahan yang dihadapi di lapangan.
Sementara itu, analisis satelit dari Kementerian Kehutanan RI (Kemenhut) menunjukkan luas karhutla di Kalteng mencapai 7.634,46 hektare, menempatkan provinsi ini pada urutan kesembilan secara nasional. Sebanyak 13 dari 14 kabupaten/kota di Kalteng juga telah menetapkan status siaga darurat bencana karhutla, mengindikasikan tingkat kerawanan yang tinggi.
Penanganan karhutla di lapangan melibatkan sekitar 10.700 personel gabungan dari berbagai instansi, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kehutanan (Dishut), pemadam kebakaran (damkar), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian RI (Polri), Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta unsur masyarakat lainnya.
Presiden Prabowo dalam rapat tersebut secara aktif menggali kebutuhan tambahan untuk memperkuat operasi pemadaman. Terkait dukungan helikopter water bombing, Ahmad Toyib menyampaikan bahwa empat unit saat ini beroperasi, namun masih diperlukan tambahan dua hingga tiga unit lagi untuk efektivitas yang lebih baik.
Selain itu, Presiden Prabowo juga menanyakan kebutuhan pompa air untuk mendukung upaya pemadaman dari darat. Ahmad Toyib menyatakan bahwa Kalteng masih membutuhkan sekitar 100 hingga 200 unit tambahan pompa air.
Menanggapi kebutuhan tersebut, Presiden Prabowo segera mengambil langkah tindak lanjut dengan melakukan komunikasi melalui sambungan telepon di tengah rapat untuk memenuhi permintaan tambahan armada helikopter dan pompa air.
Kehadiran Presiden Prabowo dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, bersama unsur pemerintah pusat dan daerah lainnya, menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat dukungan personel dan peralatan guna mempercepat pengendalian karhutla di Kalimantan Tengah.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.