— Pertemuan kenegaraan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta, menghasilkan sejumlah nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama. Selain menandatangani dokumen, kedua pemimpin menyepakati peta jalan penguatan hubungan bilateral untuk periode 2026–2030.

Prabowo mengatakan kesepakatan yang dicapai mencakup berbagai sektor, mulai dari kesehatan hingga jasa keuangan dan sains. Ia berharap implementasi kerja sama itu segera dilaksanakan untuk memberi manfaat nyata bagi kedua negara.

“Komitmen Indonesia dan Belarus untuk memperkuat hubungan bilateral juga dibuktikan hari ini dengan disepakati sejumlah dokumen kerja sama oleh delegasi kedua negara,” kata Prabowo dalam pernyataan bersama dengan Lukashenko.

Ragam Dokumen Kerja Sama

Pertemuan bilateral itu mencatat tujuh nota kesepahaman dan perjanjian yang ditandatangani kedua negara. Rincian dokumen yang disepakati adalah sebagai berikut:

  1. Nota Kesepahaman atas Kerja Sama Industri antara Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dan Kementerian Perindustrian Republik Belarus.
  2. Nota Kesepahaman atas Kerja Sama Bidang Kebudayaan antara Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dengan Kementerian Kebudayaan Republik Belarus.
  3. Nota Kesepahaman atas Kerja Sama antara Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Nasional Belarus.
  4. Nota Kesepahaman atas Kerja Sama Bidang Kesehatan antara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan Kementerian Kesehatan Republik Belarus.
  5. Perjanjian atas Kerja Sama Ilmiah dan Teknis antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Republik Indonesia dengan Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional Belarus.
  6. Nota Kesepahaman atas Kerja Sama Pertukaran Laporan Intelijen terkait Pencucian Uang, Pendanaan Terorisme, dan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal antara PPATK Republik Indonesia dengan Departemen Pemantauan Keuangan Komite Kontrol Negara Belarus tentang Kerja sama.
  7. Nota Kesepahaman atas Kerja Sama Bidang Akreditasi Nasional antara Komite Akreditasi Nasional Republik Indonesia dengan Republican Unitary Enterprise Belarusian State Center for Accreditation.

Peta Jalan 2026–2030

Selain dokumen yang ditandatangani, kedua negara menyepakati peta jalan pengembangan bidang-bidang utama kerja sama untuk 2026–2030. Menurut Prabowo, peta jalan itu menunjukkan komitmen bersama agar kerja sama kedua negara lebih terarah.

Prabowo menegaskan harapannya agar seluruh kerja sama yang telah disepakati dapat segera diimplementasikan sehingga memberikan manfaat nyata dalam waktu dekat bagi kedua negara.