Jurnal Indonesia — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendorong lebih banyak warga menggunakan transportasi umum sebagai upaya mereduksi kemacetan ibu kota. Pernyataan itu disampaikan usai Pengukuhan Dewan Transportasi Kota Provinsi DKI Jakarta di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (3/7/2026).
Pramono menyebut kemacetan sebagai masalah klasik Jakarta yang dipengaruhi banyak faktor, termasuk tingginya penggunaan kendaraan pribadi oleh para pekerja yang datang ke kota.
Kondisi Pengguna Dan Konektivitas
Menurut Pramono, sekitar 4 juta orang menuju Jakarta untuk bekerja. “Selama ini, transportasi itu lebih banyak menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi pribadi. Maka Pemerintah DKI Jakarta yang saya pimpin mengubah paradigma itu,” ujarnya.
Pramono menyatakan konektivitas transportasi umum di Jakarta telah mencapai 93 persen. Namun ia menilai jumlah pengguna rutin belum maksimal. “Yang menggunakan terus-menerus, menurut saya, data terakhir nanti saya minta Dinas Perhubungan, Pak Kadis untuk diperbaiki mungkin baru sekitar 27-28 persen,” kata Pramono.
Kebijakan Dan Pengakuan Internasional
Salah satu kebijakan yang disebut sebagai upaya menggeser penggunaan kendaraan pribadi adalah pengembangan layanan bus Transjabodetabek. Menurut Pramono langkah ini diarahkan agar warga berpindah dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.
Pramono juga menyoroti pengakuan internasional terhadap kualitas transportasi Jakarta. “Hal itu tergambarkan dari hasil lembaga dunia yang kredibel mengenai transportasi menempatkan Jakarta sekarang ini sudah menjadi kota nomor dua di ASEAN setelah Singapura. Pasti Bapak/Ibu sudah ada yang membaca. Di Asia menjadi kota nomor 8, di dunia nomor 17,” ujarnya.
Gubernur berharap peningkatan kualitas dan konektivitas angkutan umum mendorong pertumbuhan jumlah pengguna tetap sehingga penanganan transportasi di Jakarta menjadi lebih baik.
Ikuti Jurnal Indonesia
