— Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa posisi Jakarta dalam daftar kota terbaik dunia meningkat signifikan. Berdasarkan survei terbaru, ibu kota kini menempati peringkat ke-53 dari 100 kota dalam daftar World’s Best Cities 2026.

Pramono mengatakan capaian itu merupakan buah dari berbagai upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mendorong status kota menjadi lebih global. Ia menegaskan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 yang menetapkan Jakarta sebagai kota global memerlukan terobosan yang berkelanjutan.

“Jakarta adalah etalase atau role model. Dan inilah yang harus dijaga bersama-sama. Sebagai kota global dan pusat perekonomian nasional, Jakarta tentunya harus mempunyai terobosan-terobosan dan langkah-langkah yang berbeda dengan kota-kota di Indonesia lainnya,” kata Pramono di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (4/7/2026).

Pramono menjelaskan saat dilantik sebagai Gubernur, posisi Jakarta dalam indeks kota global berada pada peringkat ke-74. Dalam sekitar 10 bulan posisi itu naik menjadi peringkat ke-71, dan survei terakhir menempatkan Jakarta pada urutan ke-53.

“Ketika saya dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta, pada waktu itu indeks kota globalnya nomor 74 dan alhamdulillah dalam 10 bulan naik menjadi 71. Dan dua sampai tiga minggu yang lalu dilakukan survei oleh lembaga internasional yang berpusat di Brussel untuk kota-kota ibu kota dunia. Dari 100 kota dunia, Jakarta berada di ranking 53,” ujarnya.

Menurut Pramono, peringkat terbaru menempatkan Jakarta di atas beberapa kota besar dunia, termasuk Washington, D.C., yang berada di peringkat ke-57, serta Abu Dhabi di peringkat ke-86.

“Dan Jakarta lebih bagus dari Washington, D.C., yang penting itulah. Lebih bagus juga dari Abu Dhabi, dan sebagainya,” kata Pramono disambut tepuk tangan peserta acara.

Gubernur itu menyatakan peningkatan peringkat menjadi motivasi bagi Pemerintah Provinsi DKI untuk terus memperkuat daya saing Jakarta. Program pengembangan ekonomi kreatif, digitalisasi, dan perbaikan transportasi publik disebut akan terus didorong.

Pramono juga menyoroti kontribusi Jakarta terhadap perekonomian nasional. Pada triwulan pertama 2026, menurutnya, pertumbuhan ekonomi Jakarta mencapai 5,59 persen dengan kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional sebesar 16,67 persen.

“Kalau dulu 16,16%, sekarang 16,67%. Ada kenaikan yang cukup signifikan, kurang lebih 0,5%. Dan relatif pertumbuhan ekonomi Jakarta stabil, inflasinya jauh lebih rendah dari inflasi nasional. Inilah yang harus kita jaga bersama-sama,” ungkapnya.

Pramono mengatakan capaian tersebut menjadi modal penting bagi Jakarta untuk memperkuat posisinya sebagai kota global dan pusat perekonomian nasional menjelang peringatan lima abad pada tahun depan.

Sebagai catatan, hasil survei World’s Best Cities 2026 dirilis oleh Resonance Consultancy, sebuah perusahaan konsultan yang berkantor pusat di Brussel, Belgia. Dalam daftar 100 kota terbaik dunia itu, Jakarta menempati posisi ke-53.