— Presiden LaLiga, Javier Tebas, melontarkan kritik tajam terhadap rencana FIFA untuk menambah jumlah peserta Piala Dunia 2030 menjadi 64 tim. Tebas menilai langkah tersebut akan menghancurkan industri sepak bola secara keseluruhan.

Rencana penambahan peserta ini muncul setelah Piala Dunia 2026 yang baru saja selesai, yang telah memperluas format menjadi 48 tim. FIFA dilaporkan berencana kembali menambah jumlah tim peserta untuk gelaran Piala Dunia 2030.

Piala Dunia 2030 sendiri akan memiliki format tuan rumah yang unik. Maroko, Portugal, dan Spanyol ditunjuk sebagai tuan rumah utama, sementara Argentina, Paraguay, dan Uruguay akan menggelar laga pembuka untuk merayakan 100 tahun Piala Dunia.

Javier Tebas secara tegas menyatakan keberatannya terhadap wacana 64 tim di Piala Dunia 2030. Menurutnya, FIFA terlalu fokus pada turnamen terakbar tersebut dan mengabaikan aspek lain yang krusial bagi keberlangsungan sepak bola.

“Industri sepak bola bukan hanya Piala Dunia, yang merupakan ajang terpenting. Tidak semuanya bisa berputar di sekitar Piala Dunia. Kompetisi nasional yang mendukung olahraga ini,” ujar Tebas, mengutip dari Guardian.

Ia menambahkan bahwa kebijakan ini dianggap merusak industri yang menciptakan puluhan ribu lapangan kerja. Tebas menekankan bahwa Piala Dunia hanya berlangsung selama 40 hari dan melibatkan sebagian kecil pemain.

“Mereka menghancurkan industri sepak bola, yang menghasilkan puluhan ribu lapangan kerja, untuk sebuah ajang yang berlangsung selama 40 hari dan melibatkan minoritas pemain. Kita membutuhkan lebih sedikit tim nasional dan lebih banyak perlindungan untuk sepakbola nasional, di semua tingkatan. Mereka tidak menyadari, mereka membuat keputusan yang tidak bertanggung jawab,” tegas Tebas.