— Perubahan perilaku konsumen yang pesat dan akselerasi digitalisasi mendorong perusahaan asuransi syariah untuk terus beradaptasi. PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) mengambil langkah strategis dengan mengintegrasikan inovasi produk, keterlibatan komunitas, layanan digital, serta program literasi keuangan syariah agar lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah, Vivin Arbianti Gautama, menyatakan bahwa fokus pemasaran kini bergeser dari sekadar penguatan merek menjadi penekanan pada kebutuhan nyata peserta. Pendekatan ini diimplementasikan melalui berbagai kegiatan komunitas, edukasi keluarga, dan penguatan kanal digital.

“Bagi kami, pemasaran bukan hanya tentang membangun merek, tetapi tentang hadir di keseharian masyarakat, sehingga asuransi syariah terasa relevan, dekat, dan bermakna,” ujar Vivin.

Sepanjang tahun 2025, Prudential Syariah berhasil menjangkau lebih dari satu juta individu melalui program literasi dan inklusi keuangan syariah. Kolaborasi dengan organisasi masyarakat, universitas, komunitas, serta melalui Sharia Knowledge Centre menjadi kunci keberhasilan program ini. Perusahaan juga menciptakan ruang literasi lintas generasi di Satu Social Space, yang berlokasi di Masjid Agung Al-Azhar, sekaligus menjadi wadah bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Dalam aspek layanan, Prudential Syariah mengoptimalkan kanal digital untuk mempermudah peserta dalam mengelola polis, mengajukan klaim, dan memantau status layanan secara mandiri. Selain itu, perusahaan juga mulai mengadopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk meningkatkan efisiensi proses operasional, termasuk dalam penanganan klaim, meskipun detail dampak efisiensinya belum dirinci.

Dari sisi persepsi merek, Prudential Syariah mengklaim meraih posisi teratas dalam preferensi merek berdasarkan survei daring YouGov 2025 dan menonjol dalam indikator rekomendasi peserta menurut laporan NPS Prism. Vivin menegaskan komitmen perusahaan untuk terus memperkuat pendekatan yang berpusat pada kebutuhan peserta dan komunitas guna memperluas pemahaman masyarakat mengenai perlindungan syariah.

“Kami akan terus memperkuat pendekatan yang selalu berangkat dari kebutuhan peserta dan komunitas, agar manfaat perlindungan syariah semakin luas dirasakan,” katanya.

Vivin juga baru-baru ini menerima “Indonesia Best CMO Awards 2026” untuk kategori perluasan perlindungan finansial melalui inovasi produk asuransi syariah dan keterlibatan peserta. Penghargaan ini mengukur dampak terhadap pertumbuhan bisnis, kreativitas strategi pemasaran, pemanfaatan teknologi digital, dan kekuatan merek.

“Penghargaan ini mencerminkan cara kami memaknai pemasaran, yaitu menghubungkan nilai-nilai syariah dengan kebutuhan nyata keluarga Indonesia. Bagi kami, pemasaran bukan hanya tentang membangun merek, tetapi tentang hadir di keseharian masyarakat, sehingga asuransi syariah terasa relevan, dekat, dan bermakna,” jelasnya.

Ke depan, industri asuransi syariah menghadapi tantangan tidak hanya dalam memperluas jangkauan pemasaran, tetapi juga dalam meningkatkan literasi masyarakat, membangun kepercayaan peserta, serta memastikan layanan digital dan inovasi produk memberikan manfaat yang terukur secara efektif.