— PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), pengelola kawasan industri Kota Deltamas, berencana untuk menambah cadangan lahan atau landbank dalam skala besar. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi tingginya permintaan lahan industri yang terus meningkat. Perseroan saat ini memfokuskan pencarian lahan baru di sekitar Cikarang dan kawasan Deltamas.

Direktur Puradelta Lestari, Tondy Suwanto, menjelaskan bahwa kebutuhan penambahan landbank muncul karena dalam beberapa tahun terakhir, penjualan lahan lebih besar dibandingkan dengan penambahannya. Situasi ini mendorong manajemen untuk mencari peluang akuisisi dengan skala yang lebih signifikan.

“Kalau kita melihat beberapa tahun terakhir memang penambahan landbank itu kalah dengan penjualannya. Karena itu, manajemen selalu berpikir bagaimana caranya supaya menambah landbank dengan skala yang lebih besar,” kata Tondy dalam acara Public Expose Live 2026 pada Senin (7/9/2026).

Tondy menambahkan bahwa akuisisi lahan dalam jumlah besar bukanlah perkara mudah. Hal ini karena harus mempertimbangkan berbagai faktor seperti ketersediaan lahan, harga, serta kebutuhan belanja modal atau capital expenditure (capex). Perseroan menargetkan lahan dengan luas lebih dari 500 hektare apabila terdapat peluang yang layak secara investasi.

“Untuk saat ini kami masih fokus di Delta Mas. Tetapi kalau misalnya ada kesempatan dan ada skala lahan yang cukup visibel untuk kawasan industri, artinya lahan dengan luas di atas 500 hektare, kesempatan itu akan kami manfaatkan,” ujar Tondy.

Fokus pencarian lahan di sekitar Deltamas juga mempertimbangkan efisiensi infrastruktur. Lahan yang berdekatan dengan kawasan eksisting memungkinkan perseroan untuk menyambungkan jaringan listrik, fiber optik, telepon, air, dan limbah. Hal ini akan membuat pengembangannya menjadi lebih mudah dan lebih murah.

DMAS memiliki kas sekitar Rp2,1 triliun yang dapat mendukung peluang akuisisi tersebut. Meskipun demikian, manajemen mengakui bahwa realisasi penambahan landbank dalam waktu dekat masih belum dapat dipastikan.

Head of Investor Relations and Corporate Sustainability DMAS, Esther Meila Natanael, menyatakan bahwa keterbatasan lahan menjadi tantangan utama perseroan. Hal ini terjadi ketika permintaan, khususnya dari sektor data center, masih tetap tinggi. Saat ini, DMAS memiliki cadangan lahan sekitar 581 hektare yang masih dapat dikonversi untuk kebutuhan pengembangan kawasan.