— Indonesia dan Belarus resmi menandatangani Memorandum Saling Pengertian (MSP) tentang Kerja Sama di Bidang Kebudayaan. Penandatanganan dokumen itu berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, dan disaksikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto serta Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko.

Penandatanganan dilakukan oleh Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dan Menteri Luar Negeri Republik Belarus Maxim Ryzhenkov. Kesepakatan ini tercatat sebagai salah satu hasil dari kunjungan kenegaraan Presiden Lukashenko ke Indonesia.

Dalam keterangan yang disampaikan Jumat (2/7/2026), Menbud Fadli Zon menyatakan MSP dimaksudkan memperkuat diplomasi budaya Indonesia sebagai pilar hubungan internasional. Menurut Fadli, kebudayaan menjadi sumber soft power yang dapat membangun kepercayaan, meneguhkan persahabatan, serta membuka ruang kerja sama yang saling menguntungkan.

Fadli berharap kesepakatan ini tak berhenti sebagai dokumen semata, melainkan menghasilkan program nyata yang dirasakan masyarakat kedua negara.

Ruang Lingkup Kerja Sama

Ruang lingkup MSP mencakup berbagai sektor kebudayaan, antara lain pengembangan jaringan seni pertunjukan, teater, perfilman, organisasi seniman, pameran museum, dan festival film internasional.

Kesepakatan juga menargetkan peningkatan kapasitas seniman melalui lokakarya dan program residensi, perlindungan serta restorasi warisan sejarah, serta pelestarian cerita rakyat, seni rupa, tari tradisional, musik tradisional, dan kerajinan tangan.

Pelaksanaan dan Durasi

Untuk memastikan pelaksanaan efektif, kedua negara sepakat membentuk Kelompok Kerja Bersama (Joint Working Group). Tim ini bertugas merancang, memfasilitasi, dan mengevaluasi program-program kerja yang berkelanjutan.

MSP berlaku selama lima tahun sejak penandatanganan dan dapat diperpanjang secara otomatis sesuai kesepakatan kedua pihak.

Fadli menegaskan bahwa melalui pertemuan seniman, lembaga seni, museum, akademisi, dan komunitas kreatif, diharapkan terjalin pertukaran belajar, berkarya, dan berinovasi. Implementasi kerja sama ini diharapkan memperkuat hubungan antarmasyarakat dan posisi Indonesia sebagai kekuatan budaya di kancah internasional.