— Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melakukan pergantian pucuk pimpinan di Direktorat Kecerdasan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru. Jabatan yang sebelumnya dipegang oleh Aju Widya Sari kini dipercayakan kepada Said Mirza Pahlevi.

Said Mirza Pahlevi sebelumnya telah mengemban berbagai tugas penting, termasuk sebagai Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) di lingkungan Komdigi. Perubahan ini merupakan bagian dari upaya penguatan organisasi demi mempercepat transformasi digital nasional.

Sekretaris Jenderal Komdigi, Ismail, menekankan pentingnya kepemimpinan baru di unit-unit strategis, termasuk Direktorat Kecerdasan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru. Ia berharap para pejabat baru mampu menghadirkan layanan publik yang lebih cepat, mudah diakses, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Pejabat yang baru dilantik memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan pelayanan di Komdigi semakin baik. Ukurannya bukan hanya program berjalan, tetapi bagaimana masyarakat merasakan layanan yang lebih mudah, proses yang lebih cepat, dan manfaat yang lebih nyata,” ujar Ismail dalam keterangan tertulis, Kamis (30/7/2026).

Ismail menjelaskan bahwa transformasi digital tidak hanya berfokus pada pembangunan teknologi, melainkan juga pada bagaimana pemerintah dapat menyajikan pengalaman pelayanan yang lebih sederhana, transparan, dan memberikan kepastian bagi masyarakat serta pelaku usaha.

Ia menilai bahwa sektor telekomunikasi, penyiaran, pos, hingga ekosistem digital memerlukan tata kelola yang semakin responsif agar setiap proses pelayanan dapat berjalan secara efektif. “Kita ingin masyarakat dan pelaku usaha mendapatkan kepastian. Mereka harus mengetahui proses pengajuan sudah sampai di mana, apa kendalanya, dan bagaimana penyelesaiannya. Teknologi harus membantu menghadirkan pelayanan yang cepat dan transparan,” katanya.

Selain Said Mirza Pahlevi, dalam kesempatan yang sama Ismail juga melantik beberapa pejabat lainnya. Gunawan Hutagalung ditunjuk sebagai Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital, Aju Widya Sari kini menjabat sebagai Direktur Layanan Ekosistem Digital, Rhina Anita Ernita M. menjadi Sekretaris Komisi Penyiaran Indonesia, dan Umri menduduki posisi Direktur Pos dan Penyiaran.

Dalam arahannya kepada jajaran yang baru dilantik, Ismail memberikan perhatian khusus pada pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI). Menurutnya, AI harus menjadi instrumen yang mampu membantu pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat, mempercepat proses kerja birokrasi, sekaligus meningkatkan akurasi pelayanan publik.

“Kita tidak membangun AI hanya untuk mengikuti tren. Kita harus memastikan teknologi ini memberikan manfaat nyata, baik untuk pelayanan publik, industri, maupun masyarakat luas,” ucap Ismail.

Ia menambahkan bahwa pengembangan AI perlu berjalan seiring dengan pembangunan ekosistem digital yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, industri, perguruan tinggi, dan masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadikan Indonesia tidak hanya sebagai pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan.

“Peran kita adalah menjadi orkestrator yang menyatukan seluruh pemangku kepentingan. Dengan kolaborasi, Indonesia dapat membangun ekosistem digital yang kuat dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” katanya.

Ismail menyampaikan bahwa pengisian jabatan strategis ini merupakan bagian dari upaya Komdigi untuk memperkuat organisasi guna menghadirkan pelayanan publik yang semakin responsif di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. “Jabatan ini adalah amanah untuk memberikan pelayanan terbaik. Kita ingin setiap kebijakan dan program Komdigi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutupnya.