Jurnal Indonesia — JAKARTA – PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), emiten yang terafiliasi dengan Happy Hapsoro, memaparkan capaian kinerja semester I-2026 dan perkembangan proyek strategis dalam agenda Public Expose Live 2026 yang diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (10/9/2026).
Direktur Utama RAJA, Djauhar Maulidi, mengungkapkan bahwa arah pertumbuhan perseroan berfokus pada penguatan bisnis yang telah dikuasai, perluasan peran dalam rantai nilai energi, serta persiapan menuju energi terbarukan.
“Melalui investasi di proyek FLNG dan rencana akuisisi perusahaan pelayaran, kami memperluas portofolio usaha dan membangun sumber pendapatan baru bagi Perseroan,” ujar Djauhar Maulidi.
Salah satu realisasi strategi perseroan adalah investasi pada proyek floating LNG pertama di Indonesia melalui akuisisi 5% saham PT Layar Nusantara Gas. Transaksi ini telah diselesaikan pada 4 September 2026 melalui anak usaha perseroan, PT Raharja Gas Kasuri. Fasilitas tersebut dirancang berkapasitas 1,2 juta ton per tahun dengan pasokan gas dari Blok Kasuri.
Untuk memperluas keterlibatan dalam transportasi energi, kata Djauhar, perseroan juga tengah memfinalisasi rencana akuisisi perusahaan pelayaran yang memiliki satu unit LNG Carrier dan satu unit Very Large Gas Carrier. Transaksi ini ditargetkan rampung pada Oktober 2026 dan akan melengkapi bisnis transportasi energi melalui pipa yang telah dijalankan RAJA dengan layanan angkutan laut.
Di sektor infrastruktur distribusi, RAJA melalui PT Petrotech Penta Nusa sedang mengembangkan proyek pipa bahan bakar minyak (BBM) sepanjang 117,5 kilometer di Kalimantan Timur yang didukung kontrak selama 10 tahun. Konstruksi proyek ini dimulai pada kuartal III-2026 dan operasi komersial ditargetkan pada kuartal IV-2027.
“Sementara itu, untuk memperkuat bisnis LNG, perseroan tengah menyelesaikan kajian lanjutan proyek pabrik LNG di Kalimantan sebagai dasar pengambilan keputusan investasi final, dengan target operasi pada kuartal IV-2029,” papar Djauhar Maulidi.
Melengkapi pengembangan bisnis tersebut, RAJA bersama mitra asal Jepang, Tokyo Gas, sedang mengkaji kelayakan investasi pabrik biogas berbasis limbah peternakan di Indonesia. Proyek ini menandai langkah awal perseroan dalam pengembangan energi terbarukan, dengan target operasi pada kuartal I-2028.
“Seluruh inisiatif tersebut mendukung pencapaian visi perseroan untuk menjadi perusahaan energi terkemuka di Asia Tenggara melalui investasi berkelanjutan pada energi bersih dan energi transisi. Pelaksanaannya mengacu pada peta jalan pertumbuhan bertahap yang berfokus pada penguatan bisnis inti, perluasan ke bidang usaha terkait mulai 2027, serta pengembangan usaha baru mulai 2029,” pungkas Djauhar Maulidi.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.