— JAKARTA – PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) tengah mempersiapkan aksi penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) untuk salah satu entitas anaknya. Aksi korporasi ini ditargetkan dapat terlaksana pada tahun 2027.

Direktur Utama PT Rukun Raharja Tbk, Djauhar Maulidi, menjelaskan bahwa rencana IPO entitas usaha tersebut sejatinya dijadwalkan pada tahun 2026. Namun, rencana tersebut harus tertunda karena pelaksanaan IPO sangat bergantung pada situasi dan kondisi pasar modal di Indonesia.

“Insya Allah kalau semua berjalan lancar, tentu rencana (IPO entitas anak ini) bakal kami realisasikan. Kapan rencananya melantai di Bursa? Yang pasti tahun depan. Cuma tanggal atau waktu tepatnya kami belum bisa memberikan jawaban,” ucap Djauhar dalam paparan publik, Kamis (10/9/2026).

Direktur PT Rukun Raharja Tbk, Ogi Rulino, menambahkan bahwa proses IPO anak usaha masih terus dimonitor. Hal ini mengingat, IPO sangat terkait erat dengan persoalan waktu atau timing dan entitas mana yang paling siap untuk go public.

“Jadi, mudah-mudahan bisa IPO di tahun depan. RAJA sebagai induk sudah lama IPO, RATU, dan tentunya kalau bisa ada satu atau dua anak perusahaan lagi yang akan melakukan IPO,” sambung Ogi.

Sebelumnya, RAJA telah menginformasikan bahwa pihaknya tengah mengkaji sebuah subholding di segmen midstream untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Subholding ini menyelenggarakan bisnis infrastruktur distribusi minyak dan gas (migas) melalui jaringan pipa, kompresor gas, dan fasilitas LPG.

Jika merujuk pada materi paparan publik yang telah dipublikasi, RAJA memiliki total lima entitas di segmen bisnis midstream. Pertama, PT Triguna Internusa Pratama yang bergerak di sektor infrastruktur dan utilitas. Kedua, PT Petrotech Penta Nusa yang bergerak di bidang usaha penunjang kegiatan migas. Ketiga, PT Hafar Daya Samudera yang bergerak di area offshore dan Engineering Procurement, Construction and Installation (EPCI).

Keempat, PT Banawa Rezeki Optima yang bergerak di bidang pelayaran dan kelima, PT Heksa Energi Mitraniaga yang bergerak di bidang terminal penyimpanan gas.

RAJA Akuisisi Perusahaan Pelayaran dan LNG

Tidak mengherankan jika RAJA terus memperkuat bisnis midstream dengan berencana mengakuisisi perusahaan pelayaran. Perusahaan pelayaran yang akan diambilalih tersebut memiliki aset operasional berupa satu unit LNG Carrier (LNGC) dan satu unit Very Large Gas Carrier (VLGC).

Direktur PT Rukun Raharja Tbk sekaligus putra Happy Hapsoro, Praba Dwiangkara, menjelaskan bahwa akuisisi perusahaan pelayaran tersebut bertujuan untuk memperkuat bisnis midstream perseroan dengan masuk ke rantai bisnis baru di midstream.

“Infrastruktur midstream yang paling mudah RAJA ekspansi saat ini adalah bisnis pelayaran. Kami juga mengetahui Indonesia merupakan negara kepulauan dan transportasi di antara pulau membutuhkan banyak kapal untuk transportasi fuel,” ujar Praba.

Djauhar menambahkan, inisiatif RAJA dalam memperkuat segmen bisnis midstream tidak lepas dari tantangan atau mismatch yang dihadapi Indonesia. Di mana, sumber energi gas berada di Indonesia Timur, sedangkan konsumen berada di Indonesia Barat, sehingga diperlukan infrastruktur untuk memindahkannya.

Meski memindahkan energi gas dari Indonesia Timur ke Indonesia Barat tersebut bisa dilakukan melalui jaringan pipa sebagai cara paling murah, menurut Djauhar, kontur alam tidak mendukung untuk ditempuh melalui jaringan pipa.

Oleh sebab itu, kata Djauhar, RAJA mengubah energi gas tadi menjadi cair atau LNG. Konsekuensi dari perubahan gas ke LNG ini membuat perseroan perlu membangun ekosistem, salah satunya terminal LNG dan pengangkutan.

“Untuk mengangkut tentu dengan menggunakan kapal. Itulah salah satu alasan kenapa Rukun Raharja mulai masuk ke bisnis pelayaran khususnya untuk mengangkut energi,” tandas Djauhar.

Belakangan, RAJA melalui PT Raharja Gas Kasuri juga telah mengumumkan akuisisi sebanyak 5% saham PT Layar Nusantara Gas (LNG) yang dimiliki oleh Genting LNG Pte. Ltd. pada Jumat (4/9/2026).

Penandatanganan akta jual beli saham (share sale and purchase agreement/SSPA) ditandatangani PT Raharja Gas Kasuri dan Genting LNG Pte. Ltd. pada 29 April 2026.

“Transaksi tersebut dilakukan dalam rangka pengembangan bisnis perseroan dan merupakan bagian dari kemitraan strategis perseroan dengan Grup Genting Berhad dalam pengembangan dan operasional Floating LNG (FLNG),” jelas Sekretaris Perusahaan RAJA, Yani Pattinasarani.