— JAKARTA – Berbagai pergerakan menarik terjadi di pasar modal dan komoditas pada Senin, 7 September 2026. Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), sementara harga emas perhiasan menunjukkan stabilitas di beberapa pedagang besar.

Berikut adalah rangkuman lima berita ekonomi paling populer yang dihimpun hingga hari ini:

Saham BBCA Alami Net Sell Investor Asing

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) secara mengejutkan mengalami aksi jual bersih oleh investor asing pada Jumat, 4 September 2026, dengan nilai mencapai Rp 63,59 miliar. Akibatnya, harga saham BBCA ditutup melemah 1,11% ke level Rp 6.700.

Pergerakan ini berbanding terbalik dengan tren sebelumnya. Dari tanggal 28 Agustus hingga 3 September 2026, saham BCA selalu diburu investor asing dengan total akumulasi pembelian bersih (net buy) sebesar Rp 1,14 triliun. Selama periode 1-3 September, harga sahamnya pun terus menunjukkan tren positif.

Meskipun demikian, secara keseluruhan pada pekan lalu, periode 31 Agustus hingga 4 September, saham BBCA berhasil melonjak 3,47% dengan catatan net buy investor asing sebesar Rp 820,17 miliar, yang merupakan angka terbesar dibandingkan pekan-pekan sebelumnya.

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, 7 September 2026

Pada Senin, 7 September 2026, harga emas perhiasan terpantau stabil di Raja Emas Indonesia dan Hartadinata Abadi (HRTA). Namun, Laku Emas mencatat adanya penurunan harga.

Mengingat dinamika pasar yang terus bergerak, para calon pembeli maupun investor emas perhiasan disarankan untuk terus memantau perkembangan harga terkini. Hal ini penting untuk membantu dalam mengambil keputusan terbaik, baik untuk melakukan pembelian maupun penjualan.

Fenomena Langka Emiten Grup Sinar Mas

PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), emiten dari Grup Sinar Mas yang dikenal sebagai pengembang Kota Deltamas, menghadapi situasi yang tidak biasa bagi pengembang kawasan industri. Permintaan lahan yang masuk justru melebihi ketersediaan stok, terutama didorong oleh ekspansi sektor pusat data atau data center.

Jason Gozali, Head of Research Pluang Maju Sekuritas, mencatat bahwa permintaan lahan industri DMAS mencapai 85 hektare (ha). Padahal, cadangan lahan yang tersedia per 30 Juni 2026 hanya sekitar 60 ha. Sekitar 70%-75% dari total permintaan tersebut berasal dari sektor data center.

Secara teknikal, Pluang Maju Sekuritas telah menetapkan target jangka pendek untuk saham DMAS di level saat ini. Target harga saham Puradelta Lestari ini didukung oleh kelangkaan lahan yang berpotensi memperkuat daya tawar harga jual, serta momentum pra-penjualan yang telah melampaui separuh target tahunan.

Saham PT Bukit Asam (PTBA) Mengalami Lonjakan

Saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menunjukkan pergerakan yang signifikan pada akhir sesi I perdagangan Senin, 7 September 2026, dengan mencatat lonjakan 4,51% ke level Rp 3.010.

Saham PTBA bahkan sempat menyentuh harga tertinggi dalam tiga bulan terakhir di Rp 3.030. Pergerakan harga saham Bukit Asam ini juga tercatat melompat 13,83% sepanjang pekan lalu, menimbulkan pertanyaan mengenai faktor di baliknya.

Jadwal Pembagian Dividen Interim Bank Mandiri (BMRI)

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) telah mengumumkan jadwal pembagian dividen interim untuk tahun buku 2026. Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri, Adhika Vista, menyatakan bahwa BMRI akan membagikan total dividen interim sebesar Rp 6,159 triliun, atau dibulatkan menjadi Rp 6,16 triliun.

Jumlah dividen per saham yang akan dibagikan adalah Rp 66. Jadwal lengkap terkait pembagian dividen interim ini dapat disimak lebih lanjut.