— Tangis Lionel Scaloni pecah dalam konferensi pers seusai Argentina menelan kekalahan di final Piala Dunia 2026. Kekalahan tersebut tampaknya menjadi pemicu bagi sang pelatih untuk mempertimbangkan kelanjutan kiprahnya bersama Albiceleste.

Argentina gagal mempertahankan gelar juara dunia setelah takluk 0-1 dari Spanyol melalui babak perpanjangan waktu. Pertandingan final yang digelar di MetLife Stadium, East Rutherford, pada Senin (20/7/2026) dini hari WIB, menyisakan kekecewaan mendalam bagi tim Tango.

Scaloni telah memimpin timnas Argentina sejak tahun 2018. Di bawah kepelatihannya, Argentina berhasil meraih berbagai gelar bergengsi, termasuk Copa America 2021 dan 2024, serta Piala Dunia 2022 dan Finalissima 2022. Prestasi gemilang ini menempatkannya sebagai salah satu pelatih tersukses dalam sejarah sepak bola Argentina.

Masa depan Scaloni di timnas kini menjadi tanda tanya. Kontraknya sendiri dijadwalkan akan berakhir pada Desember 2026. Dalam konferensi pers pasca-pertandingan, Scaloni mengungkapkan kegundahannya mengenai kelanjutan kariernya.

“Saya akan berbicara dengan presiden (federasi). Saya punya pemikiran soal apa yang ingin saya lakukan. Saya akan menyelesaikan kontrak saya dan saya merasa butuh berpikir, karena saya tidak tahu apakah sesuatu sebesar ini bisa dilakukan (lagi) dan mungkin kami harus membicarakannya,” ujar Scaloni, seperti dilansir Reuters.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasihnya. “Saya berterima kasih kepada presiden atas kesempatan untuk berada di posisi saya saat ini. Saat ini, ini adalah tempat impian semua orang. Dan kami sudah mencoba habis-habisan sampai akhir, staf, para pemain. Dan saya percaya wajar kalau saya mengambil waktu untuk diri saya sendiri untuk memikirkan ini semua.”

Dengan suara bergetar dan berlinang air mata, Scaloni menambahkan, “Saya tidak pernah membayangkan, kami tidak akan pernah membayangkan, termasuk staf saya, kalau kami akan ada di tempat ini.”

Scaloni merasa bahwa untuk melanjutkan estafet kepelatihan, dibutuhkan energi dan pemikiran yang baru. “Jadi untuk lanjut, Anda butuh banyak hal, terutama mengatur ulang pikiran, memulai kembali. Menciptakan tim seperti ini lagi, itu sangat sulit, bahwa Anda bisa menciptakannya lagi,” katanya.

“Dan ini sangat menyakitkan. Saya minta maaf,” ucap Scaloni sebelum akhirnya bangkit dan meninggalkan ruang konferensi pers, meninggalkan spekulasi mengenai langkah selanjutnya bagi dirinya dan timnas Argentina.