— JAKARTA – Seorang pria berinisial R (28) dan wanita E (23) ditangkap aparat kepolisian karena diduga membunuh bayi yang baru saja dilahirkannya. Motif di balik tindakan keji tersebut adalah ketakutan keduanya agar tangisan sang bayi tidak terdengar oleh tetangga.

Menurut pengakuan pelaku kepada penyidik, mereka menutup saluran pernapasan bayi hingga akhirnya meninggal dunia. Keduanya ditangkap pada Rabu (9/9) lalu.

Kapolsek Metro Tamansari Kompol Bobby M Zulfikar menjelaskan, pelaku utama adalah ibu sang bayi yang panik mendengar tangisan anaknya. “Itu yang bersangkutan kaget dan tidak mau mendengar anaknya yang lahir menangis. Kemudian ditutup mulutnya supaya tidak bunyi gitu kan, supaya tidak terdengar suara tangisan. Karena itu kosannya kan nempel-nempel itu (dengan tetangga). Ketahuan nanti kalau ada tangisan itu,” ujar Bobby, mengutip Antara, Kamis (10/9/2020).

Bobby melanjutkan, saat bayi malang itu lahir, kedua orang tuanya panik. Tanpa pikir panjang, mereka diduga langsung mengakhiri nyawa bayi tersebut tepat setelah persalinan. “Setelah panik kemudian menutup mulut, ya mulut bayi ini karena nangis ya. Setelah itu ya henti (nafas), meninggal,” tutur Bobby.

Bobby menambahkan, kedua orang tua bayi tersebut diduga melakukan aksi itu secara bersama-sama. Keduanya telah ditangkap dan masih menjalani pemeriksaan intensif untuk proses hukum lebih lanjut. “Sepertinya dua-duanya. Ya, jadi karena awalnya ditutup sama ibunya, kemudian ditutup sama bapaknya,” jelas Bobby.

Setelah menghabisi nyawa anak kandung mereka, pasangan tersebut memutuskan untuk menguburkan jasad bayi di sebuah rumah kosong yang roboh di kawasan RT 05 RW 02 Kelurahan Keagungan, Tamansari, Jakarta Barat. “Jadi ada bangunan kosong gitu yang sudah tidak ada atapnya. Di bawahnya itu kan ada tanah dan lain sebagainya, berantakan. Nah, dia (bayi) dikuburkan di situ,” ungkap Bobby.

Mereka memilih mengubur bayi perempuan itu di dekat tempat tinggal mereka. Jasad bayi dibungkus selimut, dimasukkan ke dalam kardus, lalu kembali dibungkus karung goni sebelum dikubur.