Jurnal Indonesia — Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendistribusikan bantuan pangan berupa 1.500 kilogram beras Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) kepada 150 kepala keluarga (KK) kategori desil 1-5 di Desa Bojong Timur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta. Bantuan ini disalurkan beberapa waktu lalu bersamaan dengan 300 ekor bibit unggas atau Day Old Chick (DOC) yang ditujukan bagi 30 KK penerima manfaat.
Penyaluran bantuan ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat dengan Dinas Sosial Jabar melalui program ‘Partisipasi Kawal Bansos Ketahanan Pangan’.
Kepala DKPP Provinsi Jawa Barat, Linda Al Amin, menjelaskan bahwa pemberian bantuan beras dan DOC ini merupakan wujud kehadiran pemerintah dalam memenuhi kebutuhan jangka pendek masyarakat sekaligus berupaya memupuk kemandirian pangan dalam jangka panjang. Khusus bantuan DOC, intervensi ini difokuskan untuk mendorong masyarakat agar mampu memenuhi kebutuhan protein hewani secara mandiri.
“Kami ingin bantuan pangan ini membuka peluang bagi masyarakat untuk semakin mandiri. Bantuan DOC ini diharapkan menjadi sumber pangan sekaligus potensi pengembangan usaha rumah tangga apabila dikelola dengan baik,” ujar Linda dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).
Setelah bantuan disalurkan, tim gabungan melakukan pengawasan dan verifikasi faktual di lapangan. Proses ini bertujuan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi penerima.
“Kegiatan kawal bansos ini bukan sekadar memastikan bantuan tersalurkan, tetapi mengecek langsung kondisi penerima di lapangan. Kita ingin memastikan bantuan ini tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata,” kata Linda.
Selanjutnya, tim gabungan melakukan pengecekan langsung ke rumah-rumah warga atau ground check. Tahapan ini difokuskan pada keluarga desil 1 yang teridentifikasi belum menerima bantuan. Verifikasi dan ground check menjadi tahapan krusial untuk memvalidasi kesesuaian data penerima dengan kondisi nyata di lapangan secara transparan dan akuntabel.
“Verifikasi dan ground check sangat penting agar tidak ada masyarakat yang membutuhkan justru terlewat dari perhatian pemerintah. Data yang akurat adalah fondasi program yang efektif,” tegas Linda.
Ke depannya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah kabupaten dan desa. Tujuannya adalah untuk memastikan setiap bantuan sosial dikawal dengan baik. Dengan semangat kolaborasi, diharapkan dapat tercipta ekosistem ketahanan pangan masyarakat yang kuat, mandiri, dan sejahtera.
Kegiatan lintas sektor ini juga melibatkan berbagai pihak, di antaranya DP3AKB Provinsi Jabar, Dinas Sosial Kabupaten Purwakarta, BPJS Kabupaten Purwakarta, OJK Kabupaten Purwakarta, serta aparatur Desa Bojong Timur.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.