— PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) memperkirakan pendapatannya akan mengalami penurunan sekitar 10% sepanjang tahun 2026 dibandingkan dengan pencapaian tahun 2025. Perkiraan ini terutama dipicu oleh upaya normalisasi persediaan di tingkat distributor pada kuartal I dan II tahun 2026.

Direktur & Corporate Secretary SIDO, Budiyanto, menjelaskan bahwa pengurangan penjualan secara sengaja kepada distributor yang mengalami kelebihan stok merupakan langkah untuk menyehatkan persediaan. “Hal ini terutama disebabkan oleh kuartal I dan kuartal II, di mana terjadi normalisasi persediaan alias pengurangan penjualan secara disengaja ke distributor-distributor yang mengalami kelebihan stok untuk menyehatkan persediaan di level distributor,” ujarnya dalam Public Expose Live 2026, Rabu (9/9/2026).

Meskipun ada proyeksi penurunan pendapatan, perseroan berupaya menjaga laba bersih melalui berbagai strategi efisiensi. Budiyanto menyatakan bahwa perusahaan terus melakukan efisiensi untuk mencapai rasio laba bersih yang stabil dan tinggi. Namun, ia mengakui adanya tekanan dari kenaikan harga bahan baku yang dipicu oleh situasi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.

Menyikapi kenaikan harga bahan baku dan kemasan, SIDO telah melakukan antisipasi dengan mengatur penjadwalan produksi dan pengiriman, serta mengupayakan efisiensi pada berbagai material kemasan. “Saat ini, ada tekanan dari bahan baku dikarenakan adanya geopolitik antara AS dan Iran, sehingga beberapa bahan baku juga mengalami kenaikan,” jelas Budiyanto. Ia menambahkan, “Untuk kuartal III dan kuartal IV, prioritas kami adalah untuk memulihkan penjualan melalui penjualan tolak angin yang sudah lebih sehat di distributor.”

Selain pemulihan penjualan produk yang sudah ada, Sido Muncul juga akan fokus pada peluncuran produk-produk baru yang menjanjikan, seperti varian Vit C plus kolagen dan produk ready to drink (RTD) dari Alang Sari. Perusahaan juga berencana memperluas jangkauan ekspor ke negara-negara baru dan menambah produk di pasar ekspor yang sudah ada. Peningkatan kanal e-commerce serta peluncuran berbagai kampanye dan inovasi produk secara berkelanjutan juga menjadi agenda strategis perusahaan di kuartal III dan IV tahun 2026.