Jurnal Indonesia — NEW YORK – Selebrasi juara Timnas Spanyol dalam gelaran Piala Dunia 2026 di New York New Jersey Stadium pada Senin (20/7) dini hari WIB diwarnai dengan momen kontroversial. Sejumlah pemain Timnas Argentina terlihat membelakangi para pemain Spanyol saat mereka mengangkat trofi juara.
Pertandingan final yang dimenangkan Spanyol dengan skor tipis 1-0 itu memang diwarnai insiden ricuh. Namun, situasi tersebut berhasil diatasi sehingga prosesi penyerahan medali dan trofi dapat dilanjutkan.
Ketika para pemain Argentina, yang meraih medali perak, berjalan menuju podium, pemain-pemain Spanyol membentuk barisan untuk menyambut mereka. Namun, pada saat giliran Spanyol untuk mengangkat trofi, para pemain Argentina yang berada di kejauhan tampak membelakangi momen tersebut.
Sikap ini memicu perdebatan. Namun, salah satu pemain Spanyol, Dani Olmo, memilih untuk tidak terlalu memikirkannya. “Kami tidak peduli. Yang penting adalah nilai-nilai yang ingin Anda sampaikan… kami adalah panutan bagi banyak generasi, bagi banyak anak laki-laki dan perempuan, dan saya pikir mereka (Argentina) juga harus menjadi panutan bagi semua orang, untuk kebaikan bersama,” ujar Olmo seperti dikutip dari TyC Sports.
Ada dugaan bahwa para pemain Argentina saat itu sedang melihat ke arah tribun untuk memberikan apresiasi kepada para suporter yang telah hadir mendukung mereka. Namun, sebagian pihak lain menilai tindakan tersebut tidak menunjukkan rasa hormat kepada Spanyol, terutama setelah insiden keributan yang terjadi sebelumnya.
Kekalahan di final ini menggagalkan Argentina untuk mempertahankan gelar juara dunia yang mereka raih pada edisi 2022. Selain itu, performa Argentina dalam pertandingan tersebut dinilai kurang memuaskan, karena mereka tidak mampu melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran sepanjang 120 menit pertandingan.
Ikuti Jurnal Indonesia
